Lanjutan Proyek Taman Budaya Sleman Diusulkan Rp18 Miliar
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Plt. Kepala Dinas DP3 Sleman, Suparmono memantau proses vaksinasi booster di Kelompok Ternak Lembu Aji, Pondok Kulon, Kalurahan Kalitirto, Berbah, Sleman pada Kamis, (13/2/2025)./Istimewa-DP3 Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman memperoleh alokasi 5.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) periode Januari–Maret 2026 untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang Iduladha.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Suryawati Purwaningtyas, menjelaskan fluktuasi kasus PMK sangat dipengaruhi lalu lintas ternak. Pergerakan hewan dalam jumlah besar berisiko mempercepat penularan, baik dari luar masuk ke Sleman maupun sebaliknya.
“Vaksin itu sebenarnya dari Kementerian Pertanian. Kami pasti dari lewatnya Provinsi DIY. Tapi pasti ada sisa,” kata Suryawati saat ditemui di kantornya, Senin (23/2/2026).
Ia menuturkan penambahan vaksin biasanya dilakukan sepanjang masa vaksinasi hingga September 2026. Sleman diperkirakan memperoleh total sekitar 10.000 dosis sampai akhir periode tersebut.
Pada 2025, Sleman menerima 26.400 dosis vaksin PMK. Di akhir tahun, tersisa sekitar 5.000 dosis yang kini menjadi stok di DP3 Sleman. Vaksin tersebut memiliki masa kedaluwarsa hingga dua tahun.
Suryawati mengakui tingkat kesadaran peternak untuk melakukan vaksinasi masih rendah. Sejumlah peternak bahkan menolak vaksin karena terpengaruh kekhawatiran akan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), seperti ternak menjadi susah makan. Padahal, menurutnya, KIPI bersifat sementara dan akan hilang seiring waktu.
“Susah untuk mengubah pola pikir terkait dampak vaksin atau KIPI. Sewaktu ada jadwal vaksinasi, peternak tutup pintu dan pergi dari rumah. Kalau situasi begini, kami ya tidak berani lancang memvaksin,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski data capaian vaksinasi 2026 belum dirinci, jumlah dosis yang tersedia tahun ini dinilai cukup untuk menjangkau sapi yang belum tervaksin.
Ketua Tim Kerja Bina Produksi Peternakan DP3 Sleman, Sri Haryatini, menyampaikan populasi sapi potong di Sleman hingga akhir Desember 2025 mencapai 24.136 ekor. Rinciannya, 15.751 ekor merupakan sapi betina dan 8.385 ekor sapi jantan.
Komposisi tersebut menunjukkan potensi pengembangbiakan ternak yang masih produktif di tingkat peternak lokal.
Kapanewon Prambanan menjadi wilayah dengan populasi sapi potong terbesar, yakni 7.009 ekor yang terdiri atas 1.417 jantan dan 5.592 betina. Jumlah itu jauh melampaui kapanewon lain, disusul Berbah dengan 1.947 ekor serta Cangkringan sebanyak 1.856 ekor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.
DPT Pilur Gunungkidul ditetapkan 120.887 pemilih. Coblosan serentak di 31 kalurahan digelar 26 September 2026.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.