73.363 BPJS Dinonaktifkan, Gunungkidul Aktivasi Ulang 32.845 Peserta
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Foto ilustrasi, seorang pengunjung sedang duduk di ruang tunggu penjualan tiket bus Akap di Terminal Dhaksinarga, Wonosari Gunungkidul. Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di saat arus mudik mulai terasa di sejumlah titik, Terminal Dhaksinarga Wonosari masih terlihat lengang hingga H-4 Lebaran. Data terbaru menunjukkan jumlah penumpang yang keluar justru lebih banyak dibanding yang datang.
Dalam rentang waktu di Terminal Dhaksinarga Wonosari mulai Minggu (15/3/2026) pukul 20.00 WIB hingga Senin (16/3/2026) pukul 08.00 WIB, tercatat aktivitas bus dan penumpang masih terbatas. Data menunjukkan belum ada peningkatan arus mudik yang berarti.
Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Dhaksinarga, Aris Farwanto, menyebut total ada 28 bus yang datang. Rinciannya terdiri dari sembilan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan 19 bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
“Penumpangnya ada 111 orang yang datang. Terdiri dari penumpang AKAP ada 78 orang dan penumpang AKDP sebanyak 33 orang,” kata Aris, Senin (16/3/2026).
Namun, jumlah penumpang yang berangkat justru lebih tinggi. Dalam periode yang sama, tercatat 21 bus meninggalkan terminal dengan total 175 penumpang.
Jumlah tersebut terdiri dari enam bus AKAP dengan 76 penumpang dan 15 bus AKDP dengan 99 penumpang. Kondisi ini menunjukkan mobilitas keluar daerah masih lebih dominan dibanding arus kedatangan.
Aris memprediksi lonjakan arus mudik baru akan terjadi pada 17–19 Maret. Periode ini bertepatan dengan pelaksanaan program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan yang dinilai dapat mendorong peningkatan jumlah penumpang. “Kalau kondisi sekarang masih sepi,” ujarnya.
Sementara itu, geliat mudik sebenarnya mulai terasa di wilayah lain di Gunungkidul. Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto, mengungkapkan kedatangan pemudik dalam jumlah besar terjadi di Terminal Semin di Kapanewon Semin.
Sebanyak 1.500 pemudik tiba menggunakan 31 bus pada Minggu petang. Kedatangan ini merupakan bagian dari program mudik bareng yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Gunungkidul. “Kebetulan disambut langsung oleh Bupati dan acara berlangsung dengan lancar,” kata Sigit.
Untuk mengantisipasi peningkatan arus mudik, Dinas Perhubungan Gunungkidul telah menyiapkan 107 personel. Petugas disebar di sejumlah titik strategis, seperti di Pos Patuk, Siyono, dan kawasan pantai.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji, menambahkan layanan pendukung juga disiapkan di Pos Terminal Semin serta kantor Dinas Perhubungan Gunungkidul guna memastikan kelancaran arus mudik.
“Untuk data dan layanan ada di Pos Terminal Semin dan di kantor Dinas Perhubungan Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
PBB memperingatkan El Nino 2026-2027 berpotensi menyebabkan 49 juta orang mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027.
Kemenkeu akan mengambil alih 60% saham KCIC atau Whoosh dan mengelolanya melalui SMV, ditargetkan rampung pertengahan September 2026.
Pemkab Temanggung memperkuat kapasitas relawan kebencanaan melalui pelatihan yang menitikberatkan mitigasi dan manajemen pascabencana.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
Cari ide lomba 17 Agustus 2026? Simak 30 permainan simpel, seru, dan hemat biaya untuk anak, remaja, hingga orang dewasa.