Pecah Sunyi Hadir di Kembaran, Seni Rupa Dekatkan Seniman dan Warga
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Foto ilustrasi takbir keliling, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, JOGJA–Persiapan Lomba Gema Takbir Jogja 2026 yang digelar pada Kamis (19/3/2026) malam ini telah mencapai tahap akhir. Ketua panitia, Muhammad Faisal Rahagime, memastikan seluruh kebutuhan teknis dan lokasi kegiatan sudah siap digunakan. Faisal menjelaskan, panitia telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pemasangan barikade hingga penyediaan panggung dan pencahayaan. “Dari panitia sendiri, kami sudah memasang barikade di area display pertama dan kedua. Display pertama berada di Pelataran Masjid Gede, sedangkan display kedua di Jalan Pangurakan. Selain itu, panggung dan lighting juga sudah terpasang,” katanya, Kamis (19/3/2026).
Selain persiapan teknis, menurutnya, panitia juga telah mengundang sejumlah tokoh penting, termasuk para pimpinan Muhammadiyah untuk turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam pelaksanaannya, lomba Gema Takbir tahun ini akan diikuti oleh 10 kontingen. Setiap kontingen terdiri dari 50 hingga 100 peserta yang akan menampilkan kreativitas terbaik mereka untuk memperebutkan Piala Sultan.
Panitia juga menyiapkan sejumlah kategori penilaian, di antaranya kategori semangat takbir, kekompakan barisan, kreativitas, kontingen terfavorit, serta mayoret atau leader terfavorit.
“Total ada 10 kontingen yang ikut serta. Mereka akan dinilai dari beberapa kategori, termasuk semangat takbir hingga kreativitas,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti lomba mayoritas berasal dari wilayah Kecamatan Gondomanan, meskipun terdapat pula beberapa kontingen dari luar wilayah tersebut. Terkait dengan pendaftaran, Faisal menyebut proses registrasi telah dibuka sejak awal Ramadan dan ditutup beberapa hari setelahnya. “Pendaftaran sudah kami buka sejak awal puasa, lalu dalam beberapa hari sudah kami tutup,” katanya.
Untuk konsep acara, Faisal menuturkan tidak banyak perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tahun ini konsep disesuaikan dengan tema yang diusung, yakni “Takbir Menggetarkan Hati, Meneguhkan Tauhid, Membumikan Lingkungan.”
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, panitia berharap pelaksanaan Gema Takbir Jogja 2026 dapat berjalan lancar dan meriah, sekaligus memberikan pengalaman religius yang berkesan bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Harga emas Pegadaian 2 Juli 2026 kompak turun. Simak daftar harga Antam, Galeri 24, UBS, buyback, dan cara membeli emas di Pegadaian.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 2 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Korban dugaan penyiksaan di percetakan Jakarta Pusat mengaku masih trauma. Said Iqbal memastikan negara menanggung biaya pengobatan korban.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis 2 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000.
Inflasi DIY Juni 2026 mencapai 0,37% secara bulanan. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi penyumbang terbesar inflasi menurut BPS DIY.