DPRD DIY Soroti Kesiapan Guru dalam Pendidikan Khas Kejogjaan
DPRD DIY menilai peningkatan kompetensi guru menjadi tantangan utama implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di sekolah.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Skema pengolahan sampah berbasis wilayah di Kelurahan Demangan, Kota Jogja, mulai membuahkan hasil signifikan.
Inisiatif mandiri yang dilakukan masyarakat setempat terbukti mampu menekan volume sampah residu yang masuk ke depo, sekaligus menciptakan ekosistem pengelolaan limbah organik yang produktif.
Lurah Demangan, Suleman Pirson Joko Susilo, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada pemisahan penanganan sampah organik dapur dan sampah kebun. Khusus untuk sisa makanan rumah tangga, warga kini mengandalkan budidaya maggot sebagai solusi utama.
“Untuk pengolahan sampah khususnya di Kelurahan Demangan itu satu, khusus sampah organik rumah tangga sisa makanan dapur sudah terselesaikan di wilayah melalui budidaya maggot,” ujar Susilo dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Selain maggot, pihak kelurahan juga telah membangun 11 titik biopori jumbo untuk menangani sampah daun dan limbah kering lainnya. Menariknya, tingginya antusiasme warga dalam budidaya maggot membuat sampah organik kini menjadi komoditas yang dicari.
“Ketua Kampung kita ini sampai nawari ke rumah tangga mana makanan, bahkan di kelurahan sini ada pertemuan, adanya rapat sisa makanan pun direbutin oleh ibu-ibu,” imbuhnya menggambarkan minimnya stok pakan maggot di wilayah tersebut.
Dampak dari masifnya pengolahan mandiri ini terlihat nyata di Depo Pengok yang melayani wilayah Demangan dan Baciro. Jika pada tahun 2025 volume sampah harian mencapai 6 hingga 10 ton, pada tahun 2026 ini tumpukan sampah di depo terpantau mulai menghilang.
Sampah yang datang kini langsung dinaikkan ke truk pengangkut karena volumenya yang sudah menyusut. Proses ini juga terbantu oleh para penggerobak atau transporter yang melakukan pemilahan ketat di tingkat awal.
Susilo memastikan bahwa kondisi pengelolaan sampah di wilayahnya pada tahun 2026 ini berada dalam kategori aman. Kesadaran masyarakat untuk hanya membuang sampah yang benar-benar residu menjadi faktor penentu kelancaran distribusi ke tempat pembuangan akhir.
Transformasi perilaku warga Demangan dari sekadar membuang menjadi mengolah diharapkan dapat terus terjaga, terutama dalam menghadapi dinamika aktivitas perkotaan pasca-momen arus balik Lebaran 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menilai peningkatan kompetensi guru menjadi tantangan utama implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di sekolah.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
BMKG mengungkap pengaruh MJO yang memicu cuaca panas, gerah, lalu hujan lebat mendadak di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo menyerahkan simbolis pesawat Rafale, Falcon 8X, dan A400M kepada TNI AU di Halim Perdanakusuma.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.