Harga Pangan Turun! Jogja Alami Deflasi Usai Lebaran
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Kondisi arus lalu lintas di Jalan Malioboro, Minggu (26/1)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Arus kendaraan Jogja melonjak hingga lebih dari 28 ribu unit pada Selasa (24/3/2026) hingga pukul 15.00 WIB, memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik strategis sejak pagi hingga siang hari.
Lonjakan mobilitas ini didominasi kendaraan yang masuk ke Kota Jogja, menandakan tingginya arus kunjungan selama momen libur Lebaran 2026. Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, Widya Mustikaningrum menuturkan berdasarkan data Jogja Smart Province, jumlah kendaraan yang keluar masuk Kota Jogja mencapai 28.075 kendaraan. Dari jumlah tersebut, kendaraan yang masuk ke Kota Jogja tercatat lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang keluar.
“Jumlah kendaraan yang masuk Kota Jogja mencapai 29.546 kendaraan, sementara kendaraan yang keluar sebanyak 21.375 kendaraan,” katanya, Selasa (24/3/2026).
Widya menjelaskan, peningkatan arus kendaraan mulai terjadi sejak pukul 09.00 WIB dan terus berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dengan intensitas yang cukup tinggi setiap jamnya. Dia menjelaskan, mobilitas kendaraan mulai meningkat sejak pukul 09.00 WIB dan terus mengalami kepadatan hingga pukul 15.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, kendaraan yang masuk ke Kota Jogja berkisar antara 4.100 hingga 4.800 kendaraan per jam, sedangkan kendaraan keluar mencapai sekitar 2.800 hingga 3.200 kendaraan per jam.
Titik kepadatan tertinggi untuk arus masuk tercatat di Simpang Kyai Mojo pada pukul 14.00–15.00 WIB dengan jumlah mencapai 2.933 kendaraan. Sementara itu, titik terpadat untuk arus keluar terjadi di Simpang Demangan dengan 2.088 kendaraan pada waktu yang sama.
Selain arus kendaraan, pergerakan orang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga menunjukkan angka tinggi, mencapai puluhan ribu dalam sehari. Selain itu, pihaknya juga mencatat pergerakan orang di DIY pada Selasa (24/3/2026) hingga pukul 15.00 WIB mencapai 81.748 orang. Pergerakan orang tertinggi berada di kawasan Malioboro sebanyak 58.177 orang, kemudian disusul pergerakan orang di Stasiun Yogyakarta dengan 12.816 orang.
Kawasan Malioboro menjadi titik paling padat dengan lonjakan signifikan pada siang hari, khususnya pukul 11.00–12.00 WIB. Dia menuturkan kawasan Malioboro mengalami peningkatan kepadatan terutama pada pukul 11.00–12.00 WIB dengan pergerakan mencapai 12.382 orang.
Sementara itu, aktivitas di Stasiun Yogyakarta juga meningkat dengan puncak pergerakan penumpang terjadi pada pukul 10.00–13.00 WIB yang mencapai sekitar 1.600 orang per jam, seiring tingginya mobilitas wisatawan dan pemudik selama periode Lebaran 2026. Sementara itu, di Stasiun Jogja, pergerakan orang tertinggi terjadi pada pukul 10.00–13.00 WIB dengan jumlah sekitar 1.600 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.