Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Transporter, Jumilah, dan perangkat Kelurahan Gowongan mengecek biopori jumbo beberapa waktu lalu. - Istimewa/Kelurahan Gowongan
Harianjogja.com, JOGJA—Warga di Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Jogja ternyata belum sepenuhnya memahami cara menggunakan biopori jumbo dengan benar.
Temuan di lapangan menunjukkan masih banyak sampah anorganik, plastik, bungkus makanan, dan material non-organik lainnya, yang dimasukkan ke dalam lubang resapan yang seharusnya hanya menerima sampah organik itu.
Kondisi ini ditemukan saat kelurahan melakukan pemantauan berkala terhadap biopori jumbo yang telah terpasang di wilayahnya. Pemantauan dilakukan tidak hanya untuk mengecek kondisi fisik alat, tetapi juga mengevaluasi sejauh mana warga memahami fungsinya.
Lurah Gowongan, Tika Adriatiavita, menjelaskan bahwa biopori jumbo dirancang khusus untuk mengolah sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah organik lainnya yang bisa terurai secara alami.
"Masuknya sampah anorganik ke dalam Biopori Jumbo dapat menghambat proses penguraian, menurunkan fungsi resapan air, serta mengurangi manfaat lingkungan yang diharapkan," ujarnya, belum lama ini.
Untuk mengatasi temuan tersebut, Juru Pemilah Sampah (Jumilah) langsung turun tangan mengeluarkan sampah anorganik yang salah masuk, sekaligus memberikan edukasi kepada warga di lokasi mengenai jenis sampah yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam biopori jumbo.
Kelurahan berharap pemantauan dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah. Pemanfaatan biopori jumbo yang tepat diyakini mendukung pengurangan volume sampah, meningkatkan daya resap tanah, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Biopori jumbo bukan satu-satunya jalur pengelolaan sampah organik di Kelurahan Gowongan. Sampah organik juga ditangani melalui kegiatan peternakan dan komunitas Papa Mama Maggot Gowongan (Papamagow), yaitu warga yang membudidayakan maggot untuk mengolah sampah organik.
Selain itu, kelurahan menjalin kerja sama dengan off taker Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. "Transporter setiap hari membantu warga untuk mengirimkan sampah organik matang dan mentah di kantor kelurahan sebagai titik kumpul," kata Tika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.