Tempe Pondoh Sleman Dipatenkan, Nyaris Diklaim Pihak Lain!
Tempe Pondoh Sleman resmi dilindungi hukum. Pernah ada upaya klaim dari luar, Pemkab kini bergerak cepat amankan warisan budaya.
Foto ilustrasi khitan massal di Sleman.- dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Program sunatan massal gratis kembali digelar di wilayah Sleman dengan kuota terbatas, menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan ini akan berlangsung di Puskesmas Mlati II di Jalan Kebon Agung No. 4, Mlati, Sleman pada Kamis (30/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sleman menghadirkan layanan ini sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 dan Hari Kesehatan Nasional.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman, Dedi Aprianto, mengatakan peserta diprioritaskan bagi warga Sleman dari keluarga kurang mampu yang memiliki Kartu Keluarga (KK) miskin.
Kuota peserta dibatasi sehingga masyarakat diminta segera mendaftar sebelum penuh.
Selain layanan sunatan gratis, peserta juga akan menerima bingkisan serta uang transport.
Manfaat Kesehatan Jadi Alasan Utama
Menurut Dedi, khitan tidak hanya berkaitan dengan nilai budaya dan keagamaan, tetapi juga memiliki manfaat medis yang signifikan.
Khitan dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih, terutama pada bayi dan anak-anak.
Selain itu, tindakan ini juga mencegah kondisi phimosis dan paraphimosis yang dapat menjadi keadaan darurat medis.
“Khitan juga memudahkan dalam menjaga kebersihan organ intim karena tidak ada penumpukan smegma, sehingga risiko bau tidak sedap bisa berkurang,” katanya, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, sejumlah penelitian menunjukkan pria yang telah dikhitan memiliki risiko lebih rendah terhadap infeksi menular seksual seperti HIV, herpes simpleks tipe 2, dan human papillomavirus.
Khitan juga disebut dapat menekan risiko kanker penis serta peradangan seperti balanitis dan posthitis.
Didukung Baznas Sleman
Program ini diinisiasi oleh Dinkes Sleman dengan dukungan pendanaan dari Baznas Sleman.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Sleman, Muhaimin, menyebut kegiatan sunatan massal merupakan program rutin yang digelar setiap tahun.
“Tiap tahun ada program sunatan massal. Kalau nominal anggarannya khusus tahun ini saya perlu buka dokumen dulu,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap akses layanan kesehatan bagi masyarakat semakin merata sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya khitan bagi kesehatan anak laki-laki.
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang disediakan panitia atau menghubungi kontak 0852-4402-6001 (Santi) dan 0895-0914-5360 (Patrik).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tempe Pondoh Sleman resmi dilindungi hukum. Pernah ada upaya klaim dari luar, Pemkab kini bergerak cepat amankan warisan budaya.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.