Paralayang Giri Sembung Diserbu Wisatawan Meski Baru Sebulan
Wisata paralayang Giri Sembung di Kalibawang, Kulonprogo, mulai ramai dikunjungi meski baru beroperasi sebulan. Puluhan wisatawan datang setiap akhir pekan meni
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Perbaikan sejumlah ruas jalan dan jembatan di Kulonprogo mulai dikebut setelah keluhan warga terus bermunculan. Kondisi jalan yang rusak dan belum tersentuh perbaikan selama 5 hingga 15 tahun terakhir dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna.
Langkah ini diharapkan bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam mengurangi potensi kecelakaan di titik-titik rawan yang selama ini dikeluhkan.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, perbaikan dilakukan di sejumlah titik yang tersebar di 12 kapanewon. Fokus utama adalah ruas dengan tingkat kerusakan tinggi serta volume kendaraan yang cukup padat.
Adapun ruas jalan yang menjadi prioritas pemeliharaan meliputi Palang KA Barat–Beji atau Jalan Tentara Pelajar, Dalangan–Siluwok, Garongan–Bojong, Depok–Bojong, Prembulan–Boro, Kenteng–Cangakan, Nanggulan–Girimulyo, Gendu–Giripurwo, serta Dengok–Giripurwo yang juga mencakup perbaikan jembatan.
Kepala DPUPKP Kulonprogo, Didik Wijanarko, menegaskan bahwa pengerjaan di lapangan akan diawasi secara ketat agar hasilnya sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Hal ini penting agar jalan yang sudah diperbaiki tidak cepat rusak kembali.
“Kami juga memohon masyarakat ikut serta mengawasi proses ini agar hasilnya benar-benar awet dan bermanfaat bagi mobilitas warga," ucapnya, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, masyarakat diminta untuk ikut menjaga kondisi infrastruktur yang telah diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Dari sisi keselamatan, Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat mengingatkan bahwa kondisi jalan rusak selama ini menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas. Lubang di jalan kerap memicu pengendara kehilangan kendali atau melakukan manuver berbahaya.
"Harapan Kita, dengan percepatan perbaikan ini masyarakat bisa berkendara dengan lebih aman, tertib, dan terhindar dari risiko kecelakaan," ujarnya.
Meski demikian, pengendara tetap diminta untuk tidak lengah. Jalan yang sudah mulus justru berpotensi memicu kecepatan tinggi yang dapat membahayakan pengguna lain jika tidak diimbangi dengan kesadaran berkendara.
Perbaikan yang sedang berlangsung ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari di wilayah Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata paralayang Giri Sembung di Kalibawang, Kulonprogo, mulai ramai dikunjungi meski baru beroperasi sebulan. Puluhan wisatawan datang setiap akhir pekan meni
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M