Sekolah Rakyat Gulurejo Kekurangan Guru, Disdikpora Turun Tangan
Disdikpora Kulonprogo menyiapkan guru sementara untuk Sekolah Rakyat Gulurejo sambil menunggu rekrutmen Kemensos selesai.
Pertemuan antara jajaran Bandara YIA dengan jajaran maskapai China Southern Airlines, Senin (20/4/2026) untuk menjajaki kemungkinan dibukanya rute ke Yogyakarta dari China secara direct flight. /Harian Jogja-Khairul Ma'arif.
Harianjogja.com, KULONPROGO—China Southern Airlines menjajaki kemungkinan membuka rute penerbangan ke Yogyakarta International Airport (YIA). Kunjungan General Manager Southern Airlines Wang Hongxiong ke YIA pada Senin (20/4/2026) masih berada pada tahap awal, sehingga belum ada kepastian kapan rute itu akan dibuka.
General Manager Bandara YIA Muhammad Thamrin mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari ekosistem dan potensi pasar Yogyakarta. Ia berharap peluang kerja sama ini bisa menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi utama penumpang dari China.
“Jadi sekali lagi ini mau mengecek potensi, mudah-mudahan potensi itu bisa kita lihat, ya. Saya berharap kolaborasi kita bisa menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi penumpang yang ada dari China,” kata Thamrin.
Dalam pertemuan itu, pihak YIA memaparkan capaian pergerakan penumpang mancanegara, khususnya dari China. Bandara juga menonjolkan keunggulan teknisnya, termasuk kemampuan melayani pesawat komersial berukuran besar serta kapasitas hingga 20 juta penumpang per tahun.
Wang Hongxiong mengatakan banyak penumpang di China kini ingin bepergian ke Indonesia. Menurut dia, selama ini banyak wisatawan China hanya mengenal Bali, padahal Yogyakarta punya daya tarik besar dari sisi budaya dan sejarah.
“Karena untuk saat ini, kami sudah memiliki banyak penumpang di China yang ingin bepergian ke Indonesia. Di masa lalu, mungkin kami hanya pergi ke Bali, atau ke kota-kota lain, tetapi kami tahu bahwa ada banyak tempat yang sangat terkenal di Yogyakarta, terutama untuk budaya dan sejarahnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan kunjungan itu adalah mengeksplorasi potensi Yogyakarta agar lebih banyak penumpang China tertarik datang dan mengenal budaya setempat. Wang juga menyebut hubungan bisnis, politik, dan budaya yang telah terbangun selama ini menjadi fondasi yang baik untuk memperluas kerja sama.
Pihak YIA juga menghadirkan perwakilan GIPI Yogyakarta, ASITA Yogyakarta, dan ASTINDO Yogyakarta dalam pertemuan tersebut.
Penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) terus menunjukkan tren positif dengan penambahan frekuensi dan rute baru yang memperkuat konektivitas Daerah Istimewa Yogyakarta ke kancah global.
Saat ini, YIA telah melayani berbagai rute langsung yang menghubungkan Kulonprogo dengan kota-kota besar di Asia, seperti Singapura yang dilayani oleh Scoot dan AirAsia, serta Kuala Lumpur yang dikelola oleh Malaysia Airlines dan AirAsia.
Fasilitas bandara yang modern serta kapasitas terminal yang luas memungkinkan proses imigrasi dan bea cukai berjalan lebih efisien, sehingga mampu menampung lonjakan wisatawan mancanegara maupun perjalanan umrah yang kini semakin dipermudah dengan kehadiran maskapai seperti Lion Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kulonprogo menyiapkan guru sementara untuk Sekolah Rakyat Gulurejo sambil menunggu rekrutmen Kemensos selesai.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.