Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Ilustrasi penangkapan - StockCake
Harianjogja.com, BANTUL — Aparat dari Polres Bantul bergerak cepat mengusut kasus penganiayaan yang menewaskan seorang remaja di wilayah Pandak. Dua orang terduga pelaku telah diamankan, sementara lima lainnya masih dalam pengejaran polisi.
Korban diketahui berinisial IDS (16), warga Pandak, yang meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dideritanya. Insiden penganiayaan terjadi pada Selasa (14/4/2026) malam di kawasan Caturharjo, Pandak.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa dua pelaku yang telah ditahan masing-masing berinisial BLP alias BR (18) dan YP alias B (21). Keduanya merupakan warga Bantul dan berstatus pelajar atau mahasiswa.
“Terhadap kedua pelaku saat ini sudah dilakukan penahanan di Polres Bantul,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam aksi kekerasan tersebut. Proses penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara detail kronologi serta keterlibatan pihak lain.
Selain dua tersangka yang telah diamankan, polisi juga telah mengidentifikasi lima orang lainnya yang diduga ikut terlibat dalam penganiayaan tersebut. Kelima orang tersebut kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan tengah diburu oleh tim penyidik.
“Identitas lima pelaku lain sudah kami kantongi. Saat ini masih dalam pengejaran,” tambah Rita.
Hingga kini, motif di balik aksi kekerasan tersebut masih belum diungkap secara resmi. Polisi menyatakan masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta pelaku yang telah diamankan untuk memastikan latar belakang kejadian.
Sebelumnya, IDS dilaporkan dijemput oleh dua orang yang dikenalnya dari rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Ia kemudian dibawa ke lokasi kejadian dan diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di sekujur tubuh dan sempat tidak sadarkan diri. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) malam.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Polres Bantul juga mengimbau masyarakat untuk turut membantu proses pengungkapan dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para pelaku yang masih buron.
Penegakan hukum secara tegas diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban sekaligus menjadi peringatan agar tindak kekerasan di kalangan remaja tidak kembali terulang di wilayah Bantul maupun sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.