Penerimaan PBB-P2 Bantul Lampaui Target, Warga Diimbau Lebih Taat
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai sekitar Rp58 miliar, melampaui target Rp57 miliar. Pemkab tetap mendorong kepatuhan wajib pajak.
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul kembali menjadi perhatian setelah puluhan siswa SD Negeri Kowang, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut, Rabu (6/5/2026).
Sebanyak 23 siswa harus menjalani penanganan medis di Puskesmas Jetis 1 setelah mengalami gejala seperti sakit perut, muntah, pusing, hingga diare beberapa jam setelah mengonsumsi menu MBG.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan para siswa mulai menyantap makanan saat jam istirahat pertama sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, menjelang siang sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan.
“Sekitar pukul 11.30 WIB mereka mulai merasakan gejala seperti sakit perut, muntah, pusing hingga buang air besar,” ujar Hermawan, Kamis (7/5/2026).
Diduga Berasal dari Salah Satu Menu
Pihak sekolah yang menemukan banyak siswa mengalami gejala serupa langsung berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk membawa siswa ke fasilitas medis terdekat.
Menurut Hermawan, dugaan sementara mengarah pada salah satu menu dalam paket MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Padukuhan Gerselo, Kalurahan Patalan.
Menu yang disajikan saat itu antara lain gelatin, tahu bacem, dan buah naga.
“Masih ditelusuri. Kemungkinan dari gelatin itu, tetapi kami belum bisa memastikan,” katanya.
Diuji Laboratorium
Pemkab Bantul bersama Dinas Kesehatan masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Sampel makanan yang dikonsumsi siswa telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
“Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan dan saat ini sedang diuji laboratorium,” ucapnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan penghentian sementara operasional dapur penyedia MBG, Hermawan menyebut keputusan sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Meski demikian, Pemkab Bantul memastikan seluruh biaya pengobatan siswa terdampak ditanggung pemerintah daerah.
“Biaya pengobatan siswa di Puskesmas ditanggung Pemkab Bantul,” tegasnya.
Insiden ini menambah sorotan terhadap pengawasan kualitas makanan dalam program MBG yang tengah dijalankan pemerintah di sejumlah daerah.
Berikut data kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul sepanjang 2026 yang mencuat ke publik:
1. Kasus SMP di Jetis Bantul
Terjadi pada 13–14 April 2026
Lokasi: salah satu SMP Negeri di Kapanewon Jetis, Bantul
Jumlah korban: 71 siswa diduga mengalami gejala keracunan
2. Kasus SD di Trimulyo, Jetis Bantul
Terjadi pada 6 Mei 2026
Lokasi: SD di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis
Jumlah korban:
23 siswa menjalani perawatan di Puskesmas Jetis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai sekitar Rp58 miliar, melampaui target Rp57 miliar. Pemkab tetap mendorong kepatuhan wajib pajak.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 7 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 7 November 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek keberangkatan, kedatangan, dan waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.