Mediasi Gagal, Gugatan Kepemilikan Perushaan di PN Bantul Berlanjut
Mediasi gugatan PMH pengalihan CV Art Fashion di PN Bantul gagal. Sidang berlanjut ke pokok perkara, pembuktian dimulai 11 Agustus 2026.
Stadion Sultan Agung Bantul - Antara/Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana renovasi Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul guna memenuhi standar kompetisi sepak bola musim depan masih menunggu kepastian dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) serta keputusan PSIM Jogja terkait penggunaan stadion tersebut sebagai kandang tim.
Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) telah membahas kebutuhan peningkatan fasilitas stadion bersama manajemen PSIM Jogja. Namun hingga kini, belum ada keputusan final mengenai jenis fasilitas yang akan direnovasi maupun jadwal pelaksanaannya.
Sekretaris Dikpora Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih, mengatakan pembahasan yang dilakukan sejauh ini masih bersifat awal. Karena itu, rincian renovasi belum dapat dipastikan.
“Untuk kepastian jumlah dan waktunya masih menunggu kepastian jadwal dari PSSI dan kepastian apakah PSIM masih menggunakan SSA sebagai homebase atau tidak,” kata Titik, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, pembahasan teknis terkait renovasi stadion akan dilanjutkan dalam pertemuan berikutnya. Pemerintah daerah juga belum dapat menjelaskan kebutuhan anggaran maupun skema pendanaan yang akan digunakan.
Wacana renovasi mengemuka setelah manajemen PSIM Jogja menyampaikan keinginan untuk kembali menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai markas tim pada kompetisi musim mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, menyebut penggunaan kembali SSA menjadi kebutuhan klub. Namun stadion harus memenuhi sejumlah persyaratan club licensing yang ditetapkan operator liga.
“Kami izin untuk menggunakan SSA lagi untuk musim depan. Untuk keperluan club licensing perlu adanya beberapa renovasi stadion untuk persyaratannya, seperti adanya penambahan kuantitas single seat,” ujarnya.
Selain memenuhi syarat kompetisi, PSIM juga berencana mengajukan program renovasi stadion kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Proses tersebut membutuhkan sejumlah dokumen pendukung dari Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dikpora.
“Progres perizinan ke Kementerian PU ini membutuhkan waktu. Oleh karena itu, kami memohon beberapa surat dari pihak Disdikpora Bantul untuk keperluan ini,” kata Wendy.
Sementara itu, General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, mengungkapkan standar stadion yang diberlakukan operator liga untuk musim depan mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.
Selain penambahan jumlah kursi tunggal atau single seat, kualitas pencahayaan stadion juga harus ditingkatkan agar memenuhi ketentuan kompetisi.
“Dari liga persyaratannya cukup ketat dinaikkan. Selain penambahan kuantitas single seat, pencahayaan lampu stadion juga dinaikkan standarnya dari jumlah lux-nya,” kata Steven.
Apabila PSIM resmi kembali menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai kandang, renovasi fasilitas menjadi salah satu langkah penting agar stadion kebanggaan Bantul tersebut dapat memenuhi standar kompetisi sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pemain maupun suporter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mediasi gugatan PMH pengalihan CV Art Fashion di PN Bantul gagal. Sidang berlanjut ke pokok perkara, pembuktian dimulai 11 Agustus 2026.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA reguler dan Xpress untuk Selasa 21 Juli 2026. Tersedia layanan dari Tugu Jogja menuju YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 21 Juli 2026 tersedia dari pukul 05.00 WIB hingga 20.42 WIB dengan tarif Rp8.000 untuk sekali perjalanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia menjadi satu-satunya produsen kendaraan komersial yang seluruh produknya ber-TKDN dengan capaian tertinggi lebih dari 62 persen.
Basarnas memperluas area pencarian 18 korban KM Nurul Salsa hingga 1.980 mil laut dengan dukungan alutsista laut dan udara pada hari keenam operasi SAR.