600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Negara Rugi Rp3,3 Miliar
Bapanas menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP berpotensi merugikan negara Rp3,3 miliar akibat subsidi tak sampai ke masyarakat.
Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa 2026 di Jogja diikuti sekitar 2.500 peserta dan mengusung tema Bahagia Selamanya. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah organisasi nirlaba Saksi-Saksi Yehuwa menggelar Pertemuan Regional 2026 di Jogja selama tiga hari, mulai Jumat (31/7/2026) hingga Minggu (2/8/2026). Kegiatan bertema Bahagia Selamanya tersebut diikuti sekitar 2.500 peserta yang berasal dari berbagai daerah di DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.
Pertemuan tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan serentak di ribuan lokasi di berbagai negara. Selain ditujukan bagi anggota, acara juga terbuka untuk masyarakat umum.
Panitia Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa, Iwan Budi Harto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan menghadirkan penguatan spiritual sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ia menegaskan siapa pun dapat mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa harus menjadi bagian dari organisasi tersebut.
"Ini sebetulnya pertemuan rutin. Kita ingin agar umat juga menikmati kebahagiaan. Maka temanya hari ini Bahagia Selamanya. Tetapi pertemuan ini bukan hanya untuk internal kami sebenarnya, ini adalah pertemuan umum. Jadi siapa pun boleh datang dan tidak ada kolekte," ujar Iwan saat ditemui di sela-sela acara.
Hadirkan Lanjutan Seri Video tentang Pengajaran Yesus
Salah satu agenda yang menjadi perhatian peserta pada Pertemuan Regional 2026 adalah penayangan lanjutan seri video drama yang telah diproduksi sejak 2024.
Menurut Iwan, video tersebut mengangkat kisah kehidupan dan pengajaran yang dikaitkan dengan penerapannya dalam kehidupan masyarakat masa kini.
"Yang istimewa dari pertemuan ini adalah ada seri video yang ditayangkan sejak 2024, bermanfaat bagi kita sekarang," tambahnya.
Berpotensi Dorong Pariwisata dan UMKM
Selain menjadi kegiatan keagamaan, penyelenggaraan Pertemuan Regionalini juga dinilai memberi dampak terhadap sektor ekonomi di Jogja.
Kedatangan ribuan peserta dari luar daerah diperkirakan ikut meningkatkan aktivitas di sektor perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama kegiatan berlangsung.
Peserta Rasakan Penguatan Moral
Salah seorang peserta asal Purwokerto, Yosafat Kristiawan (27), mengaku mengikuti seluruh rangkaian acara selama tiga hari di Jogja.
Menurutnya, materi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut memberikan penguatan moral sekaligus membantu peserta menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk persoalan ekonomi dan sosial.
"Manfaatnya sangat terasa karena situasi saat ini sering kali membuat kita susah untuk benar-benar bahagia. Melalui program, kami belajar bahwa kebahagiaan tetap bisa dirasakan meskipun keadaan sedang sulit atau tidak sesuai harapan," kata Yosua.
Melalui penyelenggaraan Pertemuan Regional 2026, panitia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antarumat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di Jogja dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bapanas menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP berpotensi merugikan negara Rp3,3 miliar akibat subsidi tak sampai ke masyarakat.
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Penundaan cukai MBDK dinilai merugikan penerimaan negara dan upaya menekan konsumsi gula. Pemerintah menargetkan Rp1,7 triliun pada 2027.
Garudayaksa FC mengalahkan PSS Sleman 3-1 pada pekan ke-8 Super League. Brian Rubio mencetak dua gol, sedangkan Kevin Gomez mendapat kartu merah.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.