KKP Salurkan Tiga Sarana Pascapanen Ikan ke Kelompok Usaha Kulonprogo

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Jum'at, 23 Oktober 2026 00:17 WIB
KKP Salurkan Tiga Sarana Pascapanen Ikan ke Kelompok Usaha Kulonprogo

Titiek Soeharto dan pejabat setingkat Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan saat berada di Padukuhan Nepi, Kranggan, Galur, Kulonprogo untuk menyalurkan sarana dan prasarana pendukung hilirisasi produk kelautan dan perikanan, Kamis (22/10/2026). Harian Jogja/Khairul Ma'arif.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kelompok usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di Kulonprogo menerima bantuan fasilitas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bantuan tersebut terdiri atas tiga unit sarana pascapanen dan satu kendaraan alih teknologi dan informasi (ATI) untuk mendukung penanganan, pengolahan, promosi, serta distribusi produk perikanan.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya KKP memperkuat hilirisasi perikanan di daerah. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung enam program kerja prioritas nasional sektor kelautan dan perikanan dalam kerangka Asta Cita pemerintah.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Yudi Nurul Ihsan, mengatakan fasilitas yang diberikan merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) No. 74 Tahun 2026 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

"Penguatan prasarana dan sarana penanganan maupun pengolahan hasil perikanan menjadi kunci mutlak untuk menjamin penyediaan produk ikan yang bermutu tinggi, aman dikonsumsi, sekaligus memiliki nilai tambah ekonomi bagi para pelaku usaha," ujar Yudi kepada wartawan di Padukuhan Nepi, Kranggan, Galur, Kulonprogo, Kamis (22/10/2026).

Tiga Kelompok Pengolah Ikan Terima Sarana Pascapanen

Dalam penyaluran tersebut, Ditjen PDSPKP memberikan tiga unit sarana pascapanen (SPP) kepada tiga kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Penerimanya adalah Poklahsar Pattimurni Andani, Poklahsar Mekar Sari, dan Poklahsar Sari Progo.

Sarana pascapanen tersebut berupa tempat dan peralatan portabel modern dengan sistem knock-down. Fasilitas ini dirancang untuk membantu menjaga kesegaran dan mutu bahan baku ikan sebelum diolah maupun ketika sudah menjadi produk akhir.

Selain fasilitas pascapanen, KKP menyerahkan satu kendaraan ATI kepada Asosiasi Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Mina Binangun. Kendaraan khusus tersebut digunakan untuk mendukung penyebarluasan informasi, edukasi, promosi, serta distribusi dan pemasaran produk perikanan kepada masyarakat.

"Kendaraan operasional berbentuk mobil khusus ini berfungsi sebagai sarana penyebarluasan informasi, edukasi, promosi, hingga distribusi dan pemasaran produk perikanan secara konsisten ke tengah masyarakat," lanjut Yudi.

Titiek Soeharto Tinjau Pemanfaatan Bantuan

Penyaluran bantuan tersebut turut ditinjau Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto. Dalam kegiatan reses, dia melihat langsung pemanfaatan sarana pascapanen dan kendaraan ATI di Dusun Nepi, Kelurahan Kranggan, Kapanewon Galur, Kulonprogo.

Selain memberikan fasilitas, Ditjen PDSPKP mengadakan bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota kelompok pengolah dan pemasar yang menerima bantuan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta pengetahuan teknis penerima dalam mengoperasikan dan merawat sarana yang diberikan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Yudi berharap bantuan fasilitas yang disertai peningkatan kemampuan sumber daya manusia dapat memperkuat kegiatan usaha perikanan di Kulonprogo. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi meningkatkan kapasitas produksi, omzet usaha, dan kesempatan kerja di daerah.

"Kami berharap bantuan ini tidak hanya meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal Kulonprogo, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan," pungkas Yudi.

Titiek Soeharto Harapkan Pendapatan Keluarga Meningkat

Dalam kesempatan tersebut, Titiek Soeharto menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok usaha warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dia menjelaskan, berbagai program bantuan sektor kelautan dan perikanan dirancang bukan hanya sebagai jaring pengaman sosial, melainkan juga sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas dan taraf hidup masyarakat.

"Harapan kita, bantuan ini bisa membuat ibu-ibu dan kelompok masyarakat di sini menjadi lebih mandiri, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan keluarga mereka," ujar Titiek.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online