GAS LANGKA : Agen Mengaku Rugi Besar

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 08 Januari 2014 10:20 WIB
GAS LANGKA : Agen Mengaku Rugi Besar

JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pekerja menata tabung elpiji 12 kg di gudang PT Sumber Wareh Prabowo di Mantung, Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, Selasa (7/1). Meskipun rugi, agen mulai menjual elpiji 12kg senilai Rp90.600 pada Selasa (7/1) sedangkan masih menjual stok elpiji dengan harga lama.

Harianjogja.com, ?JOGJA – Sejumlah agen mengaku rugi akibat adanya kebijakan perubahan harga elpiji 12 kilogram. Meski rugi, mereka tetap akan menjalankan keputusan Pertamina.

Elis, salah seorang staf di PT Karya Pelita Abadi di Kota Jogja mengaku rugi akibat kebijakan perubahan harga elpiji. “Kami masih beruntung, karena Minggu (5/1/2014) ada tambahan pasokan, tapi karena PT kami libur jadi tidak ada tambahan pasokan. Coba kalau tambah, pastinya kerugian akan lebih besar lagi,” keluhnya, ketika ditemui di ruang kerjanya di Jalan Sultan Agung, Pakualaman, Selasa (7/1/2014).

Meski demikian, Elis belum menghitung secara pasti berapa kerugian yang diderita perusahaannya. Hanya saja, ia mengambarkan kerugiannya mencapai puluhan juta.

“Kasarannya, penurunan mencapai Rp30.000. Jadi tinggal kalikan dengan jumlah stok yang ada, maka itu kerugian yang kami derita, dan kalau enggak salah, di gudang kami masih ada sekitar 1.000 tabung dengan harga lama,” paparnya.

Sebagai agen resmi penyalur elpiji, lanjut dia, ketetapan dari Pertamina itu harus ditaati dan dijalankan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online