Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Harianjogja.com, JOGJA–Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) siap menyosong era baru kepemimpinan bangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya, mereka akan turut serta menyukseskan Pemilu 2014.
Ketua Panitia Hari Jadi LVRI ke-57, Kolonel Purnawirawan Arie Aryanto mengatakan anggota LVRI memiliki dedikasi yang tinggi terhadap Bangsa Indonesia, meski tidak bisa dipungkiri dari sisi usia mantan pejuang ini tidak muda lagi.
“Yang kami miliki tinggal semangat, tapi pengabdian kami tetap berkobar dan tidak pernah padam tergerus oleh zaman,” katanya, ketika ditemui di sela-sela perayaan di gedung serba guna Lanud Adisutjipto, Selasa (7/1).
Ia mengaku bahagia bisa menyelenggarakan acara itu. Selain sebagai bentuk perayaan hari jadi, acara ini juga sebagai ajang silahturahmi bagi anggota LVRI di seluruh wilayah Provinsi DIY.
“Total ada sekitar tiga ribuan mantan pejuang yang tersebar di seluruh wilayah DIY, namun kami tidak bisa mengundang semua, dan hanya mengundang beberapa perwakilan dari tiap-tiap kabupaten,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.