Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Harianjogja.com, JOGJA–Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) siap menyosong era baru kepemimpinan bangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya, mereka akan turut serta menyukseskan Pemilu 2014.
Ketua Panitia Hari Jadi LVRI ke-57, Kolonel Purnawirawan Arie Aryanto mengatakan anggota LVRI memiliki dedikasi yang tinggi terhadap Bangsa Indonesia, meski tidak bisa dipungkiri dari sisi usia mantan pejuang ini tidak muda lagi.
“Yang kami miliki tinggal semangat, tapi pengabdian kami tetap berkobar dan tidak pernah padam tergerus oleh zaman,” katanya, ketika ditemui di sela-sela perayaan di gedung serba guna Lanud Adisutjipto, Selasa (7/1).
Ia mengaku bahagia bisa menyelenggarakan acara itu. Selain sebagai bentuk perayaan hari jadi, acara ini juga sebagai ajang silahturahmi bagi anggota LVRI di seluruh wilayah Provinsi DIY.
“Total ada sekitar tiga ribuan mantan pejuang yang tersebar di seluruh wilayah DIY, namun kami tidak bisa mengundang semua, dan hanya mengundang beberapa perwakilan dari tiap-tiap kabupaten,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Sebanyak 45 warga binaan berisiko tinggi dari Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, termasuk tiga warga binaan kasus narkoba dari Lapas Madiun.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.
Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan defisit APBN Rp319 triliun per September 2026 sesuai desain anggaran dan masih dalam koridor proyeksi pemerintah.
Raperda RPPLH Sleman 2026–2056 memuat tujuh isu lingkungan, mulai dari penurunan kuantitas air hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.