Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Harian Jogja/Jumali Warga mendatangi pusat pelayanan pembuatan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di RS Jogja, Kamis (2/1).
Harianjogja.com, JOGJA – Sejumlah warga mengeluh terkait pelayanan di Kantor Cabang Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jogja di Jalan Gedong Kuning No 132 A, Jogja. Rabu (15/1/2014) warga terlihat memenuhi ruang pelayanan di kantor tersebut. Malahan, sejumlah warga terlihat menunggu di ruang tunggu darurat di halaman kantor.
Yuli Hartono, salah seorang pemohon Kartu BPJS mandiri mengaku kesal terkait pelayanan di kantor itu. Menurutnya, pihak BPJS belum siap untuk memberikan pelayanan permohonan BPJS Kesehatan. Untuk bisa mendapatkan kartu sehat itu, Yuli mengaku harus bolak balik ke kantor BPJS selama satu minggu lamanya.
“Sudah sejak seminggu lalu saya bolak balik mengurus ini, tapi baru kelar hari ini [kemarin],” katanya, ketika ditemui di halaman Kantor BPJS Cabang Utama Jogja, kemarin.
Dia bercerita, sejak awal mengambil formulir pendaftaran, Kantor BPJS sudah disesaki orang untuk mengantre mendaftarkan program baru dari Pemerintah Pusat itu. Parahnya, petugas kurang konsisten, karena dalam pelayanan terkadang memakai nomor antrean, tapi hari selanjutnya tidak memakainya lagi.
“Saat pertama mengambil formulir memakai antrean, tapi keesokannya saat mau mengembalikan formulir, nomor antrean sudah habis dan disuruh balik di hari berikutnya. Eh ketika saya balik besoknya lagi, sudah tidak memakai nomor antrean,” akunya.
Muka kesal juga dirasakanWahyu, pemohon kartu BPJS lainnya. Menurut dia, hanya untuk proses pengembalian formulir harus bolak balik tiga kali ke Kantor BPJS. Parahnya lagi, antrean yang begitu panjang membuat ia harus menunggu lama untuk bisa dilayani.
“Awalnya datang, saya memang hanya mencari informasi, tapi setelah mantab untuk mengajukan, harus bolak balik lagi. Seharusnya kan kalau benar-benar siap sekali jalan sudah bisa selesai semuanya,” keluh dia.
Wahyu menilai, jika pihak BPJS belum siap dan menjalankan program ini seadanya. Apalagi dari sisi sosialiasi juga kurang, sehingga banyak warga yang bolak balik ke kantor BPJS untuk mengurus kartu itu. “Saya merasakan sendiri, karena sudah datang ke sini tiga kali. Itu pun baru mengembalikan formulir pendaftaran,” aku pria asal Bantul itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI