TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Harian Jogja/Jumali Warga mendatangi pusat pelayanan pembuatan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di RS Jogja, Kamis (2/1).
Harianjogja.com, JOGJA – Sejumlah warga mengeluh terkait pelayanan di Kantor Cabang Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jogja di Jalan Gedong Kuning No 132 A, Jogja. Rabu (15/1/2014) warga terlihat memenuhi ruang pelayanan di kantor tersebut. Malahan, sejumlah warga terlihat menunggu di ruang tunggu darurat di halaman kantor.
Yuli Hartono, salah seorang pemohon Kartu BPJS mandiri mengaku kesal terkait pelayanan di kantor itu. Menurutnya, pihak BPJS belum siap untuk memberikan pelayanan permohonan BPJS Kesehatan. Untuk bisa mendapatkan kartu sehat itu, Yuli mengaku harus bolak balik ke kantor BPJS selama satu minggu lamanya.
“Sudah sejak seminggu lalu saya bolak balik mengurus ini, tapi baru kelar hari ini [kemarin],” katanya, ketika ditemui di halaman Kantor BPJS Cabang Utama Jogja, kemarin.
Dia bercerita, sejak awal mengambil formulir pendaftaran, Kantor BPJS sudah disesaki orang untuk mengantre mendaftarkan program baru dari Pemerintah Pusat itu. Parahnya, petugas kurang konsisten, karena dalam pelayanan terkadang memakai nomor antrean, tapi hari selanjutnya tidak memakainya lagi.
“Saat pertama mengambil formulir memakai antrean, tapi keesokannya saat mau mengembalikan formulir, nomor antrean sudah habis dan disuruh balik di hari berikutnya. Eh ketika saya balik besoknya lagi, sudah tidak memakai nomor antrean,” akunya.
Muka kesal juga dirasakanWahyu, pemohon kartu BPJS lainnya. Menurut dia, hanya untuk proses pengembalian formulir harus bolak balik tiga kali ke Kantor BPJS. Parahnya lagi, antrean yang begitu panjang membuat ia harus menunggu lama untuk bisa dilayani.
“Awalnya datang, saya memang hanya mencari informasi, tapi setelah mantab untuk mengajukan, harus bolak balik lagi. Seharusnya kan kalau benar-benar siap sekali jalan sudah bisa selesai semuanya,” keluh dia.
Wahyu menilai, jika pihak BPJS belum siap dan menjalankan program ini seadanya. Apalagi dari sisi sosialiasi juga kurang, sehingga banyak warga yang bolak balik ke kantor BPJS untuk mengurus kartu itu. “Saya merasakan sendiri, karena sudah datang ke sini tiga kali. Itu pun baru mengembalikan formulir pendaftaran,” aku pria asal Bantul itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Ojol demo serentak di Jogja dan 16 kota, tuntut kenaikan tarif hingga UU transportasi online. DPRD DIY siap bahas regulasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.