Gunungkidul Ajukan 9 Jembatan Baru, Anggaran Rp27 Miliar
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Harianjogja.com, JOGJA—Puncak acara peringatan ulang tahun ke-267 Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat bertemakan Mewujudkan Kekhalifahan Jawi.
Meski demikian, arti ini bukan sebagai bentuk melepaskan diri dari NKRI, tapi lebih dalam bentuk pengukuhan budaya Jawa tanpa ada sekatan batasan ruang waktu.
"Sesuai yang ditegaskan Sultan HB IX, bahwa tidak ada konsep negara dalam negara. Sehingga, Kraton tetap menyokong tegaknya bangsa ini, tapi secara struktur kebudayaan memiliki wewenang tersendiri," kata KRT Hadi Jatiningrat, saat melakukan konfrensi pers, Kamis (27/3/2014).
Menurut pria yang akrab disapa Romo Tirun itu, sebagai Khalifatullah, Sultan HB X memiliki amanah dan tugas penting menyatu dengan gerak langkah budaya masyarakat Jawa. Terlebih lagi, kondisi ini sukses diemban oleh para leluhur Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
"Kekhalifahan Jawa berpegang pada tiga pedoman. Yakni, Piwulang Agung Kasultanan, Kateladanan Langkah-Langkah para Leluhur dan Perwujudan Budaya Jawa," tegasnya.
Ketiga pedoman ini harus serasi, selaras dan seimbang dalam pelaksanaannya. Jangan sampai, ajaran itu diterlantarkan begitu saja, karena kraton tidak henti-hentinya selalu menelusuri piwulang agung untuk diaplikasikan saat ini sesuai dengan budaya hidup yang lebih maju.
"Semangat inilah yang terus diserukan Sultan, sebagaimana dinyatakan dengan istilah menyambut dunia baru," ujar dia.
Romo Tirun juga menyayangkan adanya politisasi terhadap makna kekhalifahan, yang selama ini dianggap milik umat Islam saja. Namun, sesungguhnya pandangan ini kurang benar, karena pengayoman ini berlaku untuk semua dan tidak memandang agama.
"Tentu saja yang lain protes, padahal sejak dulu semua sama dan tidak ada perbedaan. Untung saja, dengan lahirnya keistimewaan mempertegas jika semua dalam pengayoman beliau," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.