Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Ilustrasi kecelakaan. (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polres Gunungkidul mencatat kelalaian manusia dalam berkendara menjadi faktor penyebab kecelakaan paling banyak dalam kasus yang tercatat selama enam tahun terakhir.
Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Gunungkidul Ipda Solechan mengungkapkan kelalaian itu seperti kehilangan konsentrasi ketika kendaran melaju kencang dan menyalip terlalu melebar sehingga bertabrakan dengan pengendara lain.
“Catatan kasus yang terjadi kebanyakan melibatkan pengendara sepeda motor dan anak-anak muda,” ujarnya, Sabtu (10/5/2014).
Solechan pun berharap warga perlu lebih berhati-hati dan menaati rambu-rambu lalu lintas.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Polisi Endar Isniyanto mengungkapkan angka kecelakaan tiap tahun tidak menentu. “Namun dibandingkan ahun lalu, saat ini terjadi penurunan.
Kecelakaan enam tahun terakhir
Tahun 2009
Jumlah 375 orang
Meninggal 34 orang
Luka Berat 149 orang
Luka Ringan 409 orang
Kerugian Rp185,7 juta
Tahun 2010
Jumlah 388 orang
Meninggal 34 orang
Luka Berat 51 orang
Luka Ringan 498 orang
Kerugian Rp159,3 juta
Tahun 2011
Jumlah 409 orang
Meninggal 54 orang
Luka Berat 86 orang
Luka Ringan 519 orang
Kerugian Rp219,6 juta
Tahun 2012
Jumlah 452 orang
Meninggal 43 orang
Luka Berat 124 orang
Luka Ringan 543 orang
Kerugian Rp416,7 juta
Tahun 2013
Jumlah 402 orang
Meninggal 30 orang
Luka Berat 18 orang
Luka Ringan 610 orang
Kerugian Rp331 juta
Tahun 2014 *) sampai April
Jumlah 104 orang
Meninggal 5 orang
Luka Berat - orang
Luka Ringan 152 orang
Kerugian Rp58,67 juta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.