DUGAAN KORUPSI KEDELAI : Polisi Masih Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Kedelai

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 21 Juni 2014 20:00 WIB
DUGAAN KORUPSI KEDELAI : Polisi Masih Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Kedelai

JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di Kanoman, Ngemplak, Boyolali, Kamis (9/1). Pemerintah mengumumkan harga beli kedelai dari kalangan petani dari Rp7.000 naik menjadi Rp7.500, kenaikan tersebut dinilai akan memberi angin segar kepada pengrajin tahu dan tempe karena harga lebih rendah dan tidak tergantung pada impor.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Polisi terus mengembangkan http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/10/korupsi-kedelai-bantuan-rp8-miliar-untuk-genjot-produksi-kedelai-446159">kasus dugaan korupsi pengadaan bibit kedelai Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Gunungkidul. Sampai saat ini baru ada satu tersangka dalam pengadaan bibit, tetapi tidak menutup kemungkinan nama-nama lain juga akan terseret dalam kasus tersebut.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnaen mengatakan sejak ditetapkannya Raharjo sebagai tersangka beberapa bulan lalu, polisi masih terus mengembangkan penyidikan terhadap kasus tersebut.

“Kita masih mendalaminya. Tapi kami berjanji akan menyelesaikan kasus ini dengan segera. Karena, tahun ini kami menargetkan dua kasus korupsi dapat diselesaikan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/6/2014).

Awal kasus ini terungkap dikarenakan adanya laporan dari kelompok petani yang mengeluh karena benih kedelai yang diberikan tidak tumbuh. Ada lima kecamatan yang memperoleh bantuan itu yakni di Kecamatan Playen, Wonosari, Semin, Semanu dan Karangmojo. Modus penyelewengan dilakukan dengan mengubah bantuan diberikan. Harusnya, bantuan diberikan dalam bentuk uang, namun diberikan dalam bentuk barang.

“Kami masih melenegkapi berkas-berkasnya. Kalau sudah lengkap, berkas tersangka akan kami kirim ke kejaksaan,” imbuh Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Suhadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online