63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepolisian Resor (Polres)Gunungkidul menerapkan standar prosedural minimal keamanan pada pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 9 Juli mendatang.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnaen menjelaskan pihaknya akan menerjunkan 2 orang petugas untuk tiap 5 TPS. Sedangkan dalam pengamanannya, polisi nantinya akan dibantu 10 orang petugas linmas.
“Polanya 2-5-10, tapi ini yang paling minim. Kalau, ada kerawanan-kerawanan atau kejadian dilapangan yang tidak kondusif maka kami siap menerjunkan personel lebih banyak lagi,” kata dia, Kamis (3/7/2014).
Sebelumnya, Ketua KPU Gunungkidul M Zainuri Ikhsan mengatakan, dalam pengamanan pilpres, selain mendapatkan bantuan dari kepolisian, pengamanan juga melibatkan petugas linmas. Nantinya masing-masing TPS akan dijaga oleh dua orang petugas linmas.
Adapun jumlah petugas linmas yang diturunkan berjumlah 3796 orang. Jumlah ini tidak berbeda dengan personel yang diturunkan pada pileg lalu. Pasalnya, jumlah TPS antara pilpres dengan pileg juga tidak berubah, yakni tetap 1898 TPS.
“Ide penyatuan TPS sebenarnya ada, tapi karena mengingat kondisi geografis yang ada, dan desakan dari petugas di desa, langkah itu tidak jadi kami lakukan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.