PILPRES 2014 : Dituduh Tak Netral, Anggota PPK di Gunungkidul Membantah

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 05 Juli 2014 15:40 WIB
PILPRES 2014 : Dituduh Tak Netral, Anggota PPK di Gunungkidul Membantah

Warga membawa poster bertuliskan “Stop Kampanye Hitam” saat melakukan aksi di arena Car Free Day (CFD) Kota Solo di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/5/2014). Aksi menolak kampanye hitam itu digelar demi menyikapi maraknya tindakan kampanye hitam menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Playen, Supasdi membantah tuduhan bahwa dirinya tidak netral dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.

Supasdi menolak dikatakan tidak netral dengan menyebarkan buku-buku ajakan untuk memilih salah satu pasangan capres.

Dia mengaku buku-buku itu bukan miliknya karena dibawa peserta kegiatan lain. “Saya tetap netral. Kejadian sesungguhnya tidak seperti itu,” ucapnya, Jumat (4/7/2014).

Sebagai ketua salah satu ormas di Playen, Supasdi mengaku sudah semestinya mengambil sikap tegas terhadap kevakuman kepengurusan.

Karena itu, ia mengumpulkan anggota untuk menghidupkan kembali kepengurusan yang telah mati suri dalam kegiatan di Bleberan.

Anggota KPU Gunungkidul Yudha Ayu M membenarkan isu berkaitan dengan netralitas salah seorang anggota PPK Playen. Malahan, KPU juga telah mengklarifikasi Supasdi. “Masih menunggu rekomendasi dari Panwaslu [terhadap kelanjutan kasus itu],” katanya.

Menurut Yudha Ayu, rekomendasi dari Panwaslu dibutuhkan untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Namun, secara lembaga yang menaungi, Yudha menyarankan agar Supasdi mengundurkan diri demi menjaga netralitas penyelenggara pemilu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online