Heboh Pisang Bertandan Ganda di Gunungkidul, Bisa Jadi Varietas Unggul
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Rencana pencetakan KTP eletronik oleh Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul pada November mendatang terancam gagal.
Pasalnya, lelang blangko KTP di pusat mengalami kendala, akibatnya 16.000 blangko yang dijanjikan, belum jelas pengirimannya.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul Eko Subiantoro menjelaskan, awalnya program pencetakan KTP elektronik di kabupaten dilaksanakan mulai November mendatang. Namun, karena kegagalan lelang, maka pengadaan blangko 5 juta lembar urung ada kepastian.
“Kami masih menunggu. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan dan blangko tersebut bisa dikirim,” kata Eko saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/10/2014).
Namun, menurut dia, pengiriman blangko tidak semudah yang dibanyangkan. Malahan, dia yakin pengiriman akan mengalami keterlembatan dari jadwal yang ditentukan.
“Kegagalan lelang membuat pusat harus melakukan lelang ulang. Sedang untuk sekali lelang biasanya membutuhkann waktu selama 45 hari, jadi sangat sulit program itu bisa direalisasikan pada November nanti,” ungkap dia.
Lebih lanjut Eko mengatakan, berdasarkan Peraturan Presiden No 112/2013 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No 26/2009 tentang Penerapan KTP Berbasis Nomor Induk Kependudukan, diputuskan KTP konvensional dapat digunakan sampai 31 Desember 2014. Hanya, kegagalan tersebut memungkinkan adanya perpanjangan masa berlaku KTP non elektronik.
“Mudah-mudahan tidak ada masalah. Mungkin, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saat kebijakan penerapan KTP elektronik urung bisa dilakukan sepenuhnya, akan dibuat kebijakan baru lagi,” ungkap Eko.
Dia pun berharap segera ada penyelesaian masalah itu. Sebab, untuk pencentakan KTP elektronik secara mandiri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah melakukan pengadaan 24 printer. Sayangnya, hingga saat ini alat tersebut urung digunakan.
“Pasca kegagalan lelang, kami sudah menyampaikan ke pusat berkenaan dengan alat tersebut. Beruntung, pusat dapat memahami hal itu. Malahan, kami mendapatkan tambahan anggaran untuk biaya perawatan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Bareskrim memastikan blackout di Sumatra bukan sabotase, melainkan dampak cuaca ekstrem yang merusak jaringan transmisi listrik di Jambi.
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM