Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan (alkap) DPRD gagal terlaksana. Pasalnya, dalam rapat yang sedianya digelar Senin (3/11/2014), fraksi dari Koalisi Merah Putih (KMP) memutuskan untuk walk out.
Akibatnya, jumlah anggota yang hadir tidak memenuhi syarat untuk diselenggarakan sidang paripurna.
Malahan, sebelum rapat paripurna digelar sempat terjadi kericuhan antara pimpinan fraksi dengan pimpinan Dewan. Ini terjadi karena ada perbedaan pendapat antara Koalisi Indonesia Hebat dan KMP.
Dalam rapat yang digelar tertutup, Wakil Ketua Fraksi PKS Ari Siswanto dan Wakil Ketua PDI Perjuangan Sugito sempat adu mulut.
Menurut Ari yang ditemui seusai sidang, perbedaan pandangan merupakan hal yang biasa.
“Tidak ada masalah, karena saya pribadi sudah bertemu dengan dia [Sugito]. Kami juga sudah saling bersalaman,” aku dia.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sugito. Menurut dia, semua ketegangan dalam rapat sudah dapat diselesaikan.
“Semua baik-baik saja dan sudah diselesaikan, jadi tidak ada masalah,” kata Sugito, kemarin.
Rapat paripurna pembentukan alkap harusnya dilaksanakan kemarin pada pukul 09.00 WIB.
Sekitar pukul 12.30 WIB rapat kembali digelar. Namun, dikarenakan tidak memenuhi quorum, maka rapat batal dilanjutkan. KMP memutuskan walk out.
Penyebab KMP keluar sidang belum diketahui dengan pasti. Namun, diduga keputusan WO dikarenakan komposisi nama anggota komisi tidak sesuai dengan nama yang disodorkan masing-masing fraksi.
Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengatakan alasan pembatalan rapat dikarenakan jumlah anggota DPRD yang hadir tidak sesuai dengan aturan sidang. Rapat hanya dihadiri dua fraksi, yakni PDI Perjuangan dan Handayani.
“Kalau ditotal baru 17 orang. Sedangkan, untuk bisa menggelar rapat paripurna minimal dihadiri 24 anggota Dewan,” kata Suharno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Relokasi SDN Nglarang Sleman dimulai dengan pengurukan lahan hingga September. Sekolah terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.