Kemarau, Ratusan Telaga di Gunungkidul Mengering
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Warga melintas di jalan di wilayah Kecamatan Wonosegoro, Senin (15/9/2014). Sejumlah pihak menyesalkan perbaikan infrastruktur di Boyolali bagian utara masih belum maksimal. (Irawan Sapto Adi/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014 oleh DPRD yang molor memunculkan masalah. Proyek pembangunan jalan senilai Rp9 miliar batal.
Perdebatan yang alot tentang pembentukan alat kelengkapan (alkap) Dewan memaksa anggaran pembangunan jalan yang seharusnya dikucurkan tahun ini, dipindah ke pos anggaran 2015.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul, Djoko Lelono mengatakan ada sebelas proyek perbaikan jalan yang harus digeser tahun depan.
Pembangunan jalan tersebut antara lain di Legundi-Petung, Putat-Plumbungan, Patuk-Semoyo, Playen-Ngleri, Sampang-Gantiwarno, Jalan Tentara Pelajar, Gesing-Panggul, Bedoyo-Kenteng, Kelor-Srimpi, Tawarsari-Grogol dan Jatiayu-Bulurejo.
“Waktu semakin mepet. Pengesahan APBD Perubahan urung dilakukan,” katanya, Selasa (4/11/2014).
Program perbaikan jalan tetap akan dijalankan. Hanya, pengerjaannya tidak dilaksanakan pada tahun ini, tapi tahun depan. “Tidak mungkin dikerjakan saat ini,” ungkapnya.
Diakui Djoko, kondisi jalan di sebelas ruas itu rusak cukup parah. Kondisi diperparah dengan kondisi politik di Dewan yang masih panas sehingga pembahasan anggaran molor.
“Seharusnya, alokasi anggaran sebesar Rp9 miliar masuk dalam APBD Perubahan itu. Kalau kami tetap ngotot mengerjakan tahun ini malah bisa menjadi salah,” tegasnya.
Dalam perhitungan Djoko, proses perbaikan jalan membutuhkan waktu minimal tiga bulan. Waktu itu digunakan mulai dari proses lelang hingga tahap pengerjaan selesai. Padahal, waktu efektif anggaran tahun ini hanya tinggal dua bulan.
“Apakah itu cukup? Ketimbang menjadi masalah, kami terpaksa menggesernya,” ungkap Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.