APBD Perubahan Gunungkidul: Transfer Turun, PAD Dinaikkan
APBD Perubahan Gunungkidul 2026 mulai dibahas. Pendapatan turun Rp50,65 miliar, sementara PAD dinaikkan untuk menutupinya.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Gunungkidul dan DPRD sepakat mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014, Kamis (20/11/2014). Secara umum, pendapatan asli daerah maupun belanja sama-sama mengalami kenaikan.
Rinciannya, sektor PAD naik sebesar Rp40,717 miliar, dari sebelumnya Rp1,295 triliun menjadi Rp1,335 triliun. Sementara, untuk sektor belanja ditetapkan Rp1,472 triliun, atau meningkat Rp127 miliar.
Juru Bicara Komisi DPRD Gunungkidul Imam Taufik mengatakan, APBD merupakan dokumen publik yang menjadi instrumen penting penyelenggaraan pemerintah daerah agar berjalan efektif dan akuntabel.
“Hal itu bisa dipahami karena dalam APBD terdapat perencanaan yang menyangkut pendapatan dan belanja yang diasumsikan secara terukur dalam satu tahun anggaran,” kata Imam saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Pengesahan APBD Perubahan 2014, Kamis (20/11/2014).
Dia menjelaskan, empat komisi telah melakukan rapat kerja dengan mitra SKPD. Tujuan pertemuan itu untuk melakukan pembahasan dan memastikan seluruh program dalam APBD Perubahan bisa dilaksanakan secara optimal dalam rentang waktu yang ada.
“Rapat gabungan antara fraksi, komisi dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah [TPAD] juga telah dilakukan. Hasilnya positif, semua setuju terhadap Raperda APBD Perubahan 2014 disahkan menjadi Perda,” ungkapnya.
Politisi PKS itu menambahkan, mengingat waktu yang tersedia untuk mengimplementasikan APBD Perubahan relatif sempit, maka diambil kebijakan yang menyangkut pos pendapatan dan belanja.
Pos pendapatan meliputi intensifikasi, ekstensifikasi pendapatan, peningkatan perolehan bagi hasil dari pemerintah pusat dan DIY, serta regulasi di bidang pendapatan tidak mengalami perubahan.
Untuk anggaran belanja yang disetujui berdasarkan kriteria belanja wajib dan mengikat. Namun, yang tak kalah penting, pengeluaran juga harus relaistis, mulai dari segi waktu maupun aspek teknis pelaksanaan.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mengaku bersyukur APBD Perubahan dapat disahkan. Harapannya, program-program yang ada bisa segera direalisasikan.
“Kami akan segera rapat teknis dengan SKPD terkait,” kata Badingah, kemarin.
Dia menambahkan, waktu yang semakin mendekati akhir tahun, penyusunan program disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.
“Yang sekiranya bisa dilaksanakan akan kami kerjakan. Tapi, kalau program itu sulit untuk dikerjakan, maka kami setop dan digeser ke tahun anggaran berikutnya,” ungkap Badingah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD Perubahan Gunungkidul 2026 mulai dibahas. Pendapatan turun Rp50,65 miliar, sementara PAD dinaikkan untuk menutupinya.
Isu Ducati dijual Volkswagen kembali muncul di tengah restrukturisasi. Nilai Ducati diperkirakan Rp23,75 triliun. CEO Audi sebut belum ada keputusan. Simak sele
Prabowo mendorong kesiapsiagaan bencana karena Indonesia berada di Ring of Fire dan meminta anggaran mitigasi ditambah signifikan.
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Digitalisasi bansos telah menjangkau 258 daerah di 38 provinsi dengan lebih dari 4,2 juta keluarga terdaftar hingga 1 September 2026.
BTS mengakhiri tur Amerika Utara ARIRANG dengan 1,92 juta penonton dan mencetak rekor baru di SoFi Stadium.