Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Stone Garden tinggal menunggu masa lelang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul serius untuk membangun taman batu atau stone garden di kawasan Ngingrong, Mulo, Wonosari. Anggaran Rp885 juta untuk pembangunan gedung sudah dipersiapkan.
Diperkirakan pembuatan pusat kajian geopark ini menelan biaya Rp3,5 miliar. Dana murni menggunakan dana keistimewaan, yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp1,7 miliar. Dalam waktu dekat, pemkab akan mengajukan tambahan Rp1 miliar dari danais perubahan.
“Saat ini yang tersedia baru sekitar Rp885 juta. Tapi ini bukan menjadi masalah, sebab pemerintah pusat dan provinsi telah sepakat untuk membantu dalam pembangunan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono kepada Harianjogja, Jumat (12/6/2015).
Keseriusan dalam membangun taman, dapat dilihat dari survei lokasi yang dilakukan oleh pemkab dengan dengan tenaga ahli asal Bandung beberapa waktu lalu. Dari sisi konsep, dinas juga telah menyelesaikan detail engineering design kawasan.
“Semua sudah siap, mulai dari lahan seluas 1,1 hektare hingga konsep kawasan. Saat ini tinggal masuk proses lelang, lalu masuk ke pengerjaan,” beber Hary.
Dia pun optimistis, museum ini bisa menjadi salah satu simbol pariwisata di Gunungkidul. Selain menjadi pusat telaah dan kajian batuan karts, lokasinya pun berada di jalur yang strategis menuju kawasan pantai.
“Selain letak, dari sisi pemandangan juga sangata indah. Nantinya untuk koleksi akan diambilkan batu-batuan dari kawasan pegunungan sewu,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Gunungkidul Budi Martono menambahkan, konsep yang akan dikembangkan seperti pengembangan museum batu di Korea Selatan. Harapannya, pembangunan tersebut selain untuk obyek wisata, juga menjadi pusat kajian kebudayaan.
“Kita memiliki kekayaan batuan yang melimpah. Nantinya, setiap koleksi batu akan diberikan penjelasan tentang periodiasi batu terbentuk, sehingga wawasan pengunjung akan bertambah luas,” katanya.
Dia menjelaskan, koleksi batu yang diambil tidak hanya fokus di wilayah Gunungkidul, batu-batu dari Wonogiri dan Pacitan juga akan dimasukan. Sebab dari sisi kewilayahan memiliki kesamaan, yakni berada dalam satu gugus kawasan karts Gunungsewu.
“Pembangunan ini, salah satunya untuk memperkuat keberadaan geopark Gunungsewu yang diusung pemerintah tiga kabupaten,” ulas Budi.
Terpisah, Kepala Sub Bagian Bina Pengadaan Barang dan Jasa Setda Gunungkidul Agus Subaryanto mengatakan, hingga saat ini proyek pembangunan stone garden belum masuk ke unit layanan pengadaan. Oleh karenanya, pekerjaan tersebut belum bisa masuk lelang, karena masih berada di dinas terkait.
“Belum ada, baik itu sekedar konsultasi juga belum pernah dilakukan,” kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
adwal KRL Jogja-Solo Sabtu 22 Agustus 2026 tersedia sejak pagi hingga tengah malam. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Paus Leo memperingatkan AI tidak boleh mengurangi nilai kemanusiaan dan meminta pemimpin politik memastikan teknologi melayani kepentingan bersama.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.