Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Dana desa yang diterima setiap desa semakin besar namun beban yang ditanggung juga semakin besar
Harianjogja.com, SLEMAN – Sejumlah desa merasa kesulitan untuk memerbaiki kerusakan yang terjadi di pasar desa. Hal itu tak lepas dari keterbatasan dana yang dimiliki, meski dari sisi jumlah dalam dua tahun terakhir anggaran yang diterima meningkat pesat.
Namun demikian, konsekuensi dari peningkatan itu tanggung jawab yang diemban desa juga semakin banyak. Hampir semua kegiatan yang terlaksana bertumpu pada keuangan desa yang berasal dari dana tersebut.
Misalnya untuk sekarang Pemerintah Kabupaten tidak lagi menggarkan dana untuk perbaikan jalan poros desa, bahkan untuk urusan pendidikan non formal anak usia dini hingga masalah kesehatan masyarakat yang tertuang dalam program posyandu harus didanai desa yang bersumber dari dana desa dari pusat atau Alokasi Dana Desa dari pemkab.
“Kami tidak bisa mengelak pasca-diterapkannya Undang-Undang Desa, dana yang masuk banyak peningkatan. Tapi tugas kami juga tambah berat, apalagi kegiatan yang dilakukan sekarang sepenuhnya diserahkan ke desa,” kata Kepala Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen Pardi kepada Harian Jogja, Rabu (20/1/2016).
Dia mengakui fasilitas pasar desa yang dimiliki sudah agak bagus, namun belum memenuhi standar kelayakan. Pasalnya kondisi pasar masih ada yang sedikit rusak sehingga butuh adanya perbaikan. Hanya saja, kata Pardi, upaya perbaikan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Selain proses perbaikan pernah dilakukan di 2014 lalu, untuk program pembangunan juga harus bertumpu pada skala prioritas yang ada di desa.
“Untuk tahun ini dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa [APBDes] kami tidak mengalokasikan dana untuk perbaikan pasar desa,” ujarnya.
Menurut Pardi, pembangunan berdasar skala prioritas memiliki banyak keuntungan, salah satunya program yang dijalankan lebih terarah dan sesuai dengan aspirasi dari warga. Namun yang paling penting, lanjutnya, program tersebut tidak akan menimbulkan kecemburuan warga di dusun satu dengan dusun lainnya.
“Kami di sini ada 12 dusun, sehingga pelaksanaan program yang dilakukan harus disesuaikan dengan aspirasi dari mayoritas warga,” imbuhnya.
Pernyataan yang tak jauh beda diungkapkan oleh Kepala Desa Candirejo, Kecamatan Semin Agus Supriyadi. Menurut dia, alokasi dana yang masuk ke desa digunakan untuk kepentingan pembangunan berdasarkan skala prioritas yang ada. “Untuk saat ini, kami masih fokus untuk urusan perbaikan jalan,” kata Agus.elajar SD Melempari Rumah Ormas dengan Batu dan Kayu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.
Prakiraan cuaca BMKG Senin didominasi hujan ringan dan berawan, dengan potensi gelombang 4 meter serta banjir rob.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.