63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Pemindahan anggota gafatar (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Pemulangan anggota Gafatar menyisakan masalah kelanjutan hidup mereka
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) akhirnya dikembalikan ke masyarkat setelah menjalani program rehabilitasi di Balai Latihan Kerja selama tiga hari. Namun keberlanjutan nasib mereka masih menjadi tanda tanya, karena jatah hidup yang diberikan hanya untuk waktu dua minggu.
Sejumlah warga pun menyuarakan adanya kebijakan khusus untuk melanjutkan kehidupan mereka. Terlebih lagi, jatah hidup yang diberikan hanya untuk dua minggu. Kondisi itu sangat bertolak belakang dengan keadaan saat melakukan transmigrasi mandiri di Mempawah, Kalimantan Barat, di mana eks anggota itu sudah merasa nyaman dan tenteram di sana.
“Kami belum tahu mau apa? yang jelas untuk saat ini, kami pulang ke rumah dulu,” kata salah seorang mantan anggota Gafatar Suparti, Jumat (5/2/2016).
Dia pun berharap adanya bantuan khusus untuk modal usaha. Pasca-dipulangkan paksa, Suparti mengaku tidak memiliki apa-apa, karena seluruh perabotan rumah yang dimiliki dijual untuk berangkat ke Pulau Kalimantan tiga bulan yang lalu.
“Kalau rumah itu masih milik orang tua. Hanya saja, untuk melanjutkan hidup kami butuh modal, yang setidaknya bisa untuk membuka usaha kecil-kecilan,” ungkapnya.
Selama proses rehabilitasi di BLK, Suparti mengaku mendapatkan pendampingan kejiwaan dari dokter spesialis kejiwaan di RSUD Wonosari. Dalam kegiatan itu, eks anggota diharapkan bisa kembali berbaur dengan masyarakat seperti sedia kala sebelum pergi.
“Untuk saat ini yang kami pikirkan bagaimana melanjutkan hidup lagi, tidak mungkin kalau hanya berharap dari jatah hidup yang diberikan,” ujar wanita asli Gedangsari itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.