Gunungkidul Disiapkan Jadi Lokasi Pabrik Bioetanol DIY, Petani Peroleh Bantuan Benih
Gunungkidul mendapat tambahan bantuan benih jagung seluas 1.000 hektare untuk mendukung program ketahanan energi dan pengembangan bioetanol.
Ilustrasi dampak angin kencang. (JIBI/Solopos/Dok)
Angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah rusak.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 21 rumah warga di Desa Tancep, Kecamatan Ngawen rusak diterjang puting beliung pada Rabu (17/2/2016) sore.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Kamis (18/2/2016), terjangan lisus diawali hujan yang terjadi di Rabu sore sekitar pukul 15.30 WIB. Hujan yang turun sempat mereda beberapa saat, berselang sekitar setengah jam kemudian, hujan kembali turun.
Kali ini hujan turun dengan lebatnya, bahkan disertai dengan embusan angin kencang dari arah selatan yang kemudian bergerak ke utara dan timur. Akibatnya puluhan rumah di Dusun Jono, Wareng, Sumberan, Banteng Wareng 1 dan Banteng Wareng 2 mengalami kerusakan, mulai ada yang tertimpa pohon hingga genteng pecah karena embusan angin.
“Meski tidak parah dan hanya berupa kerusakan kecil, kalau total ada 21 rumah diterjang lisus,” kata Kepala Desa Tancep Sugiyarto kepada wartawan, Kamis kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan bantuan benih jagung seluas 1.000 hektare untuk mendukung program ketahanan energi dan pengembangan bioetanol.
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
Borneo FC membidik tiket perempat final AFC Challenge League 2026/2027. Mauro Jeronimo menyiapkan tim setelah menang 2-0 atas Yangon United.
AI kini digunakan untuk menganalisis percakapan dan aktivitas karyawan. Simak kasus Co-op, Burger King, Meta, serta risiko privasi pekerja.
Sebanyak 9.600 desa masih tertinggal. Yandri Susanto mendorong ekspor desa, kolaborasi lintas kementerian, dan penguatan Kopdes.