Kelok 23 Selesai, Investor JJLS Gunungkidul Diminta Tak Langgar Aturan
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Padmi menyajikan sompil yang merupakan makanan khas Kecamatan Patuk. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Kuliner Gunungkidul, makanan tradisional diperkenalkan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Festival Sompil akan diselenggarakan di Kecamatan Patuk, Minggu (24/4/2016) mendatang. Kegiatan itu digelar sebagai pengganti festival durian yang batal terlaksana di tahun ini karena panen yang menurun drastis.
Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi mengatakan, festival sompil merupakan festival makanan tradisional asli Patuk. Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, pengunjung hanya butuh merogoh kocek Rp5.000.
Sebagai gantinya, warga yang datang akan mendapatkan seporsi sompil yang dicampur dengan kuah sayuran.
“Bagi masyarakat Patuk, sompil sudah familier. Tapi bagi masyarakat luar tentunya masih terasa asing dan bertanya-tanya apakah itu sompil? Jadi kami mencoba menggelar festival makanan ini,” kata Ambar kepada awak media, Rabu (13/4/2016).
Dia megakui penyelenggaraan Festival Sompil merupakan pengganti Festival Durian yang rutin digelar sejak 2013 lalu. dikarenakan panen yang menurun drastis, maka pesta durian batal digelar dan digantikan dengan festival makanan tradisional khas Patuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Gree meluncurkan empat produk AC baru untuk segmen hunian hingga komersial, termasuk AC inverter dan sistem VRF modular GMV9 FLEX.
PLN menegaskan rencana pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak berada di kawasan Candi Gedong Songo dan masih dalam tahap studi kelayakan
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak.
Pemkab Kulonprogo mengusulkan pembangunan rumah sakit baru di wilayah utara yang ditargetkan beroperasi 2028 untuk melayani lima kapanewon.