PABRIK GE LIGHTING DITUTUP : Pabrik Tetap Dimanfaatkan, Sebagai Apa?

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 04 Juni 2016 05:20 WIB
PABRIK GE LIGHTING DITUTUP : Pabrik Tetap Dimanfaatkan, Sebagai Apa?

Pabrik GE Lighting tutup tidak berpengaruh pada PAD Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Pabrik GE Lighting ditutup tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap komposisi pendapatan asli daerah (PAD). Alasannya, nilai pemasukan PAD perusahaan tersebut kas daerah setiap tahunnya relatif kecil.

Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendataan, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sleman, Fahmi Khoiri menjabarkan nilai PBB yang dibayarkan perusahaan itu kepada Pemkab hanya Rp11,8 juta per tahun. Sedangkan untuk pajak penggunaan air tanah hanya berkisar antara Rp600.000 hingga Rp900.000 per bulan. Itupun tergantung volume penggunaan air yang digunakan.

Sementara komposisi PAD Sleman pada 2015 lalu dari jenis pajak daerah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar Rp120,1 miliar. Adapun PBB Perdesaan dan Perkotaan memberi kontribusi Rp63,1 miliar sedangkan Pajak Air Tanah hanya sekitar Rp2,2 miliar.

"Jadi penutupan perusahaan itu tidak banyak berpengaruh bagi PAD. Masih banyak  perusahaan kelas menengah besar yang masih bertahan dan beroperasi di Sleman. Perusahaan-perusahaan itu nantinya masih akan menyokong PAD. Misalnya pabrik sarung tangan di Pandowoharjo dan Seyegan," katanya.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/06/03/pabrik-ge-lighting-ditutup-volume-produksi-hanya-25-bikin-pemasukan-seret-725486">PABRIK GE LIGHTING DITUTUP : Volume Produksi Hanya 25% Bikin Pemasukan Seret)

Disinggung soal kontribusi perusahaan tersebut kepada Pemkab Sleman, Tia menjelaskan, GE Lighting telah menanam nilai investasi lebih dari US$470.000 di sana selama beberapa tahun terakhir. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan pelanggan. Tia menambahkan, pabrik tersebut tetap akan digunakan GE Lighting khususnya untuk distribusi produk.

“Ini adalah keputusan yang sulit dan kami menanganinya dengan serius. Karyawan yang terkena dampak dari penutupan akan mendapatkan kompensasi. Kami berkomitmen untuk mendampingi mereka melalui masa-masa sulit ini,” jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online