Lima Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Cek Rinciannya
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di Pantai Baron Gunungkidul (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul pada libur lebaran ini turun dibanding tahun lalu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengatakan adanya penurunan jumlah wisatawan pada libur lebaran kali ini akan dijadikan evaluasi bersama.
Dari evaluasi itu bisa diketahui penyebab penurunan sehingga bisa dilakukan upaya-upaya agar tren tersebut tidak berlanjut. Sebab jika sampai hal itu terjadi, maka akan berpengaruh terhadap target wisatawan yang dicanangkan sebanyak 2,6 juta pengunjung di tahun ini.
Selain evaluasi, Politikus PDI Perjuangan ini juga meminta dilakukan penyegaran terhadap petugas penarik retribusi.
Langkah ini, selain sebagai upaya penyegaran juga untuk memberikan suasana baru dan petugas jaga tidak hanya menangani satu bidang saja.
“Saya kira ini sangat perlu dan itu bisa dilakukan bersamaan dengan penataan pejabat yang akan dilakukan oleh bupati,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Kemarau panjang di Bantul membuat petani menyesuaikan pola tanam. DKPP menyebut belum ada laporan gagal panen dan pompa irigasi disalurkan di 21 titik.
Penyaluran KPR subsidi baru 178.211 unit hingga 9 Oktober 2026. Ekonom menyoroti daya beli rendah dan sulitnya pekerja informal mengakses kredit.
Kalurahan Panggungharjo menjaga predikat desa antikorupsi melalui transparansi pemerintahan, partisipasi warga, dan bantuan renovasi rumah.
Pertamina dan PAL Jaya menjajaki pemanfaatan limbah lemak FOG sebagai bahan baku biofuel, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Angkatan kerja penduduk asli Kota Jogja diprediksi menurun pada 2030–2040. Lulusan berpendidikan tinggi cenderung mencari kerja di luar daerah.