PERTANIAN SLEMAN : Insentif Atasi Hama Tikus Diusulkan Naik, Jadi Berapa?

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 27 Juli 2016 04:20 WIB
 PERTANIAN SLEMAN : Insentif Atasi Hama Tikus Diusulkan Naik, Jadi Berapa?

Ilustrasi Muhammad Khamdi MENANAM--Beberapa petani sedang menanam bibit tembakau di lahan persawahan Desa Tijayan, Manisrenggo, Jumat (10/6). Petani tembakau saat ini mengeluhkan tingginya harga bibit. SOLOPOS 13 JUN 2011 HAL V KLATEN

Pertanian Sleman, Plambongan rugi lantaran serangan tikus.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Hama tikus menyerang area pertanian padi seluas 17 hektare di Dusun Plambongan, Banyurejo, Tempel. Akibat serangan tersebut, para petani merugi karena gagal panen.

Terkait hal itu, Anggota Komisi C DPRD Sleman Wawan Prasetyo meminta Dinas Pertanaian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Sleman memberikan perhatian serius kepada para petani yang mengalami gagal panen. Menurutnya, gerakan rutin gropyokan harus terus digalakkan.

"Dinas harus terus melakukan pembinaan kepada para petani khususnya menangani serangan hama. Kalau perlu, ajari mereka menggunakan teknologi pembasmi tikus, itu kalau ada," usulnya.

Selain itu, Wawan juga mengusulkan agar dana pemberian insentif sebesar Rp1.000 per ekor tikus yang ditangkap dinaikkan. Baginya, instentif sebesar itu masih terlalu kecil. Menurut politikus asal PKB itu, idealnya insentif dapat diberikan sebesar Rp3.000 per ekor tikus yang ditangkap warga. Dengan begitu, warga bisa semangat untuk menggelar gropyokan.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura DPPK  Sleman Edy Sri Harmanta menjelaskan akibat serangan hama tikus tersebut panen padi di wilayah tersebut turun antara 25-30%. Untuk mengatasi serangan hama tikus, gerakan gropyokan harus dilakukan secara berkala.

"Cara ini cukup efektif bila dilakukan secara tepat. Kami sudah menindaklanjuti keluhan petani dengan melakukan gerakan gropyokan," jawabnya.

Disinggung terkait kenaikan dana insentif bagi pemburu tikus, Edy menyerahkan sepenuhnya kepada tim anggaran.

"Kalau soal kenaikan dana insentif harus dirapatkan di tim anggaran. Kami hanya menerima saja alokasi anggarannya. Besaran dana insentif sudah ideal, sebab kami juga harus memperhatikan 51.000 hektar lahan pertanian di Sleman lainnya," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online