Kekurangan Murid, 4 SD di Gunungkidul Dikaji untuk Digabung
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.
Bupati Gunungkidul Badingah saat meresmikan gedung baru RSUD Wonosari. Ia pun menyempatkan diri meninjau beberapa gedung baru dan menyapa sejumlah petugas pelayanan pendaftaran di ruang VIP Selasa (17/5/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
RSUD Wonosari menyiapkan form edukasi untuk pasien
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari menyiapkan formulir edukasi untuk setiap pasien yang menjalani rawat inap.
Upaya itu dilakukan untuk menekan adanya kesalahan komunikasi antaran pasien dengan pihak rumah sakit dalam proses penggunaan kartu jaminan.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari Aris Suryanto mengakui, komunikasi antara manajemen rumah sakit dengan pasien masih belum terjalin dengan baik. Hal itu terlihat masih adanya pasien, khususnya keluarga kurang mampu pemegang kartu jaminan yang mengeluhkan terhadap pelayanan yang diberikan.
“Kita sudah lakukan penelusuran dan ada petugas yang memberikan pelayanan kurang. Kepada yang bersangkutan, kami juga telah memberikan teguran, dengan harapan agar lebih ramah lagi dalam memberikan pelayanan,” kata Aris kepada wartawan, Kamis (11/10/2016).
Dia menjelaskan untuk menekan munculnya keluhan dari pasien, manajemen RSUD sudah menyiapkan form edukasi. Dalam form ini berisi tentang standarisasi pelayanan hingga masalah pembiayaan yang akan digunakan.
Selama ini, kata Aris, masih banyak pasien pemegang kartu jaminan (semisal KIS) yang merasa saat sudah menunjukan kartu yang dimiliki sudah selesai. Padahal sesuai dengan prosedur yang ada, pemegang kartu harus mengurus beberapa persyaratan sehingga proses jaminan bisa dicairkan.
“Nantinya setiap pasien akan diberikan form edukasi ini, maksimal tiga hari setelah menjalani perawatan. Di situ nanti, pasien akan diminta memilih apakah proses pembayaran dilakukan sendiri atau menggunakan kartu jaminan,” papar pria berkacamata ini.
Dia pun berharap, inovasi dalam pelayanan ini bisa mengurangi kesan negatif terhadap pelayanan di RSUD Wonosari. Selain itu, upaya tersebut juga sebagai bentuk peningkatan pelayanan pasca memeroleh akreditasi paripurna dari tim akreditasi beberapa waktu lalu.
“Sebenarnya kami sudah berikan pemahaman ke pasien melalui komunikasi lisan. Namun hal tersebut dirasa belum efektif karena masih ada keluhan. Untuk itu, form edukasi diberikan sebagai upaya memberikan solusi,” imbuh Aris.
Sebelumnya, salah seorang pasien pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) Murni, warga Dusun Tumpak, Desa Ngawu, Playen harus mengalami proses yang berliku untuk bisa menggunakan jaminan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.
DPRD Jogja menargetkan Raperda P4GN rampung awal November untuk memperkuat peran pemuda, mengawasi obat keras, dan mencegah narkoba.
Pemerintah menyiapkan pemerataan data center berbasis AI hingga Indonesia timur. Telkom membidik lokasi dekat sumber energi, Danantara incar pendapatan US$7 mil
TKA 2026 digelar 26 Oktober hingga 8 November untuk mengukur kemampuan akademik siswa dengan standar nasional. Simak tujuan dan persiapannya.
KAI Daop 6 mencatat 1,63 juta pengguna Face Recognition hingga September 2026 di Stasiun Jogja, Lempuyangan, dan Solo Balapan.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, persoalan PHK, kualitas pekerjaan, dan penciptaan lapangan kerja formal masih menjadi tantangan.