Pemkab Gunungkidul Kaji Investasi Sekolah Berasrama Rp44,2 Miliar
Pemkab Gunungkidul menawarkan peluang investasi pabrik obat herbal senilai Rp89,8 miliar dan sekolah berasrama Rp44,2 miliar.
Kondisi Rusunawa Karangrejek, di Desa Karangrejek, Wonosari. meski sudah selesai dibangun tahun lalu, namun hingga sekarang bangunan itu belum dioperasionalkan, Selasa (1/11/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Rusunawa Karangrejek dalam tahap finalisasi harga sewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Persiapan untuk pengoperasian Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Karangrejek, Desa Karangrejek, Wonosari memasuki tahap akhir. Saat ini, Bagian Administrasi Pembangunan sedang melakukan finalisasi terhadap dua peraturan bupati sebagai dasar untuk pengoperasian.
Dari dua aturan ini, perbup tentang retribusi masih dalam proses kajian, terutama menyangkut masalah besaran sewa rusunawa. Sementara itu, aturan yang menyangkut masalah sudah dipersiapkan karena tinggal diajukan ke bupati untuk disahkan. Hanya saja, hal tersebut urung dilakukan karena akan diajukan secara bersama-sama.
"Kita selesaikan dulu Perbup tentang retribusi, kalau sudah jadi nanti akan bersama-sama diserahkan ke bupati," kata Kepala Sub Bagian Pengendalian Bangunan, Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Gunungkidul Supriyanto kepada wartawan di akhir pekan lalu.
Menurut dia, untuk besaran sewa, pihaknya sudah melakukan kajian. Bahkan di tahun lalu sudah memformulasikan biaya sewa terendah sebesar Rp150.000 per bulan. Hanya saja, nilai tersebut dianggap sudah tidak layak karena penghitungan belum menggambarkan kondisi terkini.
"Kan penghitungan dilakukan di 2015, jadi kalau diterapkan kurang pas sehingga dilakukan penghitungan ulang," katanya.
Meski besaran sewa belum ada kepastian, namun secara prinsip Supri mengatakan bahwa penghuni rusunawa di tingkat paling atas memiliki biaya sewa lebih murah ketimbang yang berada di bawah-bawahnya.
"Kita sudah buat drafnya, sewa paling mahal ada di lantai dua dan termurah di lantai lima. Untuk saat ini [kemarin] belum bisa sebut rincian sewa karena masih dalam proses," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menawarkan peluang investasi pabrik obat herbal senilai Rp89,8 miliar dan sekolah berasrama Rp44,2 miliar.
Argentina memimpin daftar negara dengan utang IMF terbesar 2026 sebesar US$56,9 miliar. Simak 10 negara dengan kredit IMF tertinggi.
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Mousa Bagayoko absen 3-4 pekan akibat cedera lutut. Pieter Huistra menyiapkan sejumlah opsi gelandang PSS Sleman untuk melawan Persik.
Anggaran infrastruktur DIY 2027 turun Rp33,25 miliar menjadi Rp1,157 triliun. Pemda memprioritaskan jalan, rumah sakit, dan transportasi.
Polri menyelidiki penyebab kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak. KNKT juga diminta memeriksa aspek teknis dan nonteknis.