Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Kondisi lalulintas di dekat simpang empat Selang, Wonosari. Di lokasi ini terdapat tiga papan penunjuk arah dengan jarak yang saling berdekatan. Foto diambil Senin (26/12/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul difasilitasi papan penunjuk wisata
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sejumlah wisatawan mengeluhkan keberadan papan penunjuk arah di persimpangan di Gunungkidul. Pasalnya banyak papan yang terpasang dobel sehingga bisa membingungkan pengguna jalan.
Banyaknya papan penunjuk arah ganda ini sudah bisa terlihat saat memasuki wilayah Gunungkidul, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, di mana di pertigaan jalan terdapat tiga papan penunjuk arah.
Kondisi yang sama terlihat di simpang empat Karangmojo, simpang empat ring road selatan, Baleharjo, Wonosari atau di pertigaan Ngawen. Bahkan di beberapa titik seperti di simpang empat Selang, Wonosari dan perempatan Grogol, Bejiharjo, Karangmojo terdapat tiga papan penunjuk arah yang letaknya sangat berdekatan dengan jarak kurang dari 100 meter.
Kebanyakan papan-papan penunjuk arah ini mengarah ke sejumlah destinasi wisata di Gunungkidul. Salah seorang penunjung asal Kalimantan Timur, Hadianto mengaku heran dengan banyaknya papan penunjuk arah yang ada di persimpangan di Gunungkidul.
Seharunya papan-papan tersebut bisa dikondisikan lebih baik sehingga tidak membingungkan pengguna jalan, khusunya pengendara yang baru pertama kali masuk ke Gunungkidul.
Dia menyontohkan, papan penunjuk arah yang terpasang dobel bisa dilihat di simpang empat Selang, Desa Selang, Wonosari. Di lokasi ini terdapat tiga papan penunjuk arah yang letaknya tidak berjauhan. “Saya kira itu tidak ada 100 meter, tapi ada tiga papan penunjukan arah di lokasi tersebut,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (26/12/2016).
Hal senada diungkapkan oleh Istiani, salah seorang wisatawan asal Magelang, Jawa Tengah. Menurut dia, banyaknya papan penunjuk arah yang dobel bisa membuat pengendara kebingungan. “Sepanjang yang saya lihat, lokasi papan penunjuk arah yang terpasang tidak hanya di satu titik karena hampir di setiap persimpangan ada dua papan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Playen, Yuwono mengungkapkan, pemasangan papan penunjuk ganda sempat terjadi di bundaran Siyono, Logandeng, Playen. Awalnya di lokasi tersebut banyak terpasang papan penunjuk arah ganda, sehingga menimbulkan keluhan dari masyarakat. Sebab di satu sisi kondisi itu membuat kesan yang semrawut dan di sisi yang lain malah membuat pengguna jalan jadi bingung.
“Beruntung sudah ditertibkan sehingga sekarang kesannya lebih baik dan tidak membingungkan,” katanya.
Dia pun berharap agar penertiban di Bundaran Siyono juga dilakukan di tempat-tempat lain yang terdapat papan penunjuk arah yang sama di satu lokasi. “Buat apa dipasang banyak-banyak, kalau satu saja sudah mencukupi dan tidak membuat pengendara bingung. Nantinya papan-papan yang dicopot bisa dipasang di lokasi yang belum ada penunjuk arahnya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.