PAD Moncer, DPRD Minta Jalan Jalur Wisata di Gunungkidul Diperbaiki
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Salah seorang pengendara motor melintas di depan Taman Saptosari di Desa Kepek, Saptosari. Taman ini dibangun pada 2014 lalu dengan menggunakan dana dari program MP3KI yang berasal dari Bappenas. Foto diambil beberapa waktu lalu. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul yang dikembangkan untuk mengatasi kemiskinan perlu mengurus izin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proyek pembangunan kios di Pantai Nguyahan dan waterpark di Kecamatan Saptosari masih bermasalah dengan izin mendirikan bangunan (IMB). Pasalnya hingga sekarang bangunan tersebut belum memiliki izin pendirian dari Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu yang saat ini berganti menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu.
Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/28/wisata-gunungkidul-karangmojo-punya-waterpark-seperti-apa-772477">WISATA GUNUNGKIDUL : Karangmojo punya Waterpark, Seperti Apa?
Dua proyek ini sendiri dibangun menggunakan dana dari program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengentasan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) di 2014 lalu. Saat ini dua bangunan tersebut juga sudah mulai difungsikan sebagaimana tujuan awal pelaksanaan program.
Camat Saptosari Djarot Hadiatmojo mengakui jika bangunan dari MP3KI sudah berdiri dan difungsikan. Namun demikian, ia tidak menampik jika bangunan tersebut masih terdapat masalah yang berkaitan dengan IMB.
Dia mengungkapkan, di awal pembangunan di 2014 lalu sudah mengupayakan izin tersebut ke KMPT Gunungkidul. Namun dikarenakan tidak memiliki biaya untuk pengurusan maka izin itu belum diambil hingga sekarang.
“Dulu saat membangun memang kita tidak mengalokasikan anggaran untuk pengurusan IMB,” kata Jarot kepada Harianjogja.com, Rabu (4/1/2017).
Namun demikian, ia berjanji akan menyelesaikan masalah ini dan rencananya akan dilakukan pembayaran dalam waktu dekat ini.
“Kita sudah siapkan dan di bulan Februari nanti akan dibayar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Purbaya Yudhi Sadewa menunggu perhitungan BNPB sebelum menentukan tambahan anggaran untuk mitigasi bencana.
Akademisi Unpad menjelaskan erupsi sejumlah gunung api yang berdekatan waktunya tidak otomatis saling berkaitan karena sistem magmanya berbeda.
Wisata petik melon di Bugel, Kulonprogo, kembali buka Jumat 11 September 2026. Sebanyak 500 melon premium siap dipetik pengunjung.
BRIN mengimbau masyarakat dan nelayan tidak mengonsumsi ikan mati mendadak usai erupsi Anak Krakatau sebelum penyebabnya dipastikan.
BMKG menyebut arah angin berubah ke barat, barat laut, dan barat daya sehingga sebaran abu Anak Krakatau mulai berkurang.