GURU HONORER GUNUNGKIDUL : Benarkah Uang Saweran Dikembalikan?

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 26 Januari 2017 03:20 WIB
GURU HONORER GUNUNGKIDUL :  Benarkah Uang Saweran Dikembalikan?

Guru honorer Gunungkidul, sumbangan untuk mengawal revisi UU ASN dipertanyakan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Isu saweran uang Rp50.000 yang dikumuplkan dari Pegawai Tak Tetap dan Guru Tak Tetap untuk mengawal revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara terus bergulir. Kali ini ada informasi, jika uang yang dikumpulkan tersebut dikembalikan ke pegawai honorer.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/13/guru-honorer-gunungkidul-kejelasan-iuran-perjuangan-revisi-uu-asn-dipertanyakan-784072">GURU HONORER GUNUNGKIDUL : Kejelasan Iuran Perjuangan Revisi UU ASN Dipertanyakan

Salah satu guru honorer di Gunungkidul Bayu Prihartanto mengungkapkan sudah ada beberapa uang hasil saweran yang dikembalikan. Dia mengaku mendapatkan informasi ini dari salah satu orang rekan yang ikut dalam grup whatsapp honorer di Kecamatan Wonosari.

“Hari ini [kemarin] yang dikembalikan untuk kelompok di Wonosari. Sebelumnya sudah ada yang dikembalikan di Kecamatan Saptosari dan selanjutnya untuk honorer di Kecamatan Semanu,” kata Bayu kepada wartawan, Rabu (25/1/2017).

Ia pun berharap adanya informasi pengembalian uang saweran tersebut benar andanya. Sebab untuk pribadi Bayu mengaku belum memiliki bukti karena pesan tersebut beredar melalui grup WA. Sementara itu, dari sisi keanggotaan grup itu dia mengaku tidak masuk.

“Mudah-mudahan benar adanya. Sebab jika ingin memperjuangkan nasib honorer harus dilakukan bersama-sama dan melewati jalur resmi yang tidak ada pungutan iuaran apapun,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online