INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Apa Kabar Jembatan Rusak di Pangkah?

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 02 Februari 2017 07:20 WIB
INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Apa Kabar Jembatan Rusak di Pangkah?

Salah seorang warga melintas di jembatan yang rusak di Dusun Pangkah, Candirejo. Rabu (1/2/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Infrastruktur Gunungkidul yang rusak tak kunjung diperbaiki.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proses perbaikan jembatan rusak di Dusun Pangkah, Desa Candirejo, Semin belum ada kejelasan. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul belum memiliki alokasi anggaran khusus untuk perbaikan tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengungkapkan, untuk perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Ini lantaran ada beberapa permasalahan mulai dari ketersediaan anggaran hingga status dari jembatan yang merupakan miliki desa.

Dua hal itu menurut Budhi menjadi pembahasan utama dalam rapat koordinasi yang akan dilakukan di internal pemkab.

“Kita rapatkan dulu. Mudah-mudahan dari koordinasi itu akan menemukan titik temu untuk perbaikan,” kata Budhi kepada Harianjogja.com, Rabu (1/2/2017).

Dia menjelaskan, jika dilihat dari penyebab kerusakan, Jembatan Pangkah masuk ketageri karena bencana alam. Sebenarnya, sambung Budhi, pemkab memiliki dana tak terduga sebesar Rp3 miliar yang bisa digunakan untuk penanganan bencana. Namun alokasi itu tak bisa digunakan dalam proses perbaikan, sebab dananya hanya untuk proses perbaikan yang bersifat sementara.

“Pembangunan ulang jembatan harus permanen. Jadi jika mengacu pada aturan, maka dana tak terduga tidak bisa digunakan untuk membangun ulang Jembatan Pangkah,” katanya lagi.

Kendati demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir karena proses perbaikan tetap akan dilakukan. Hanya saja, untuk waktunya masih harus menunggu.

“Harus kita usulkan terlebih dahulu, misalnya di APBD Perubahan. Pengusulan ini penting karena saat ini pemkab belum memiliki alokasi, apalagi jembatan itu juga masuk dalam jalan desa sehingga urusannya bukan lagi jadi tanggungan pemkab,” papar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online