Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Puluhan kapal Jukung milik nelayan tradisional bersandar di dermaga Pantai Sadeng. Akibat kalah bersaing dengan kapal besar, banyak yang berhenti melaut. Foto diambil Jumat (7/11/2014). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Infrastruktur Gunungkidul berupa dermaga sandar diperlukan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Kapal-kapal besar yang melintas di wilayah perairan Pantai Selatan belum bisa diawasi dengan baik. Ketiadaan dermaga sandar yang representatif membuat upaya pengawasan jadi kurang maksimal.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/02/19/infrastruktur-gunungkidul-tak-ada-dermaga-sandar-standar-aktivitas-kapal-belum-maksimal-diawasi-794397">INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Tak Ada Dermaga Sandar, Aktivitas Kapal Belum Maksimal Diawasi
Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan mengakui lokasi Pelabuhan Sadeng memiliki kapasitas yang terbatas. Sebagai buktinya, pelabuhan ini hanya bisa dilakukan bersandar untuk kapal-kapal dengan ukuran yang sedang, sementara untuk ukuran yang besar tidak bisa bersandar karena ukurannya yang masih terhitung sempit.
“Lokasinya memang sudah penuh dengan kapal nelayan sehingga untuk kapal-kapal besar juga tidak bisa masuk,” katanya, akhir pekan lalu.
Secara fasilitas, ia pun mengakui bahwa keberadan Pelabuhan Sadeng difokuskan untuk aktivitas penangkapan ikan dan bukan untuk angkutan barang.
Sementara itu, Kepala Seksi Tangkap, Dinas Kelautan DIY Supanto mengungkapkan, aktivitas di Pelabuhan Sadeng sudah relatif padat. Namun untuk upaya perluasan masih sangat mungkin. Hanya saja, sambung dia, rencana tersebut belum bisa dilakukan karena Pemerintah DIY masih fokus untuk penyelesaian pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo.
“Dari sisi perencanaan, perluasan itu masih sangat mungkin. Caranya dengan mengepras gunung yang ada di kanan kiri pelabuhan atau memanfaatkan tanah di darat untuk dikeruk kemudian ditambahkan untuk perluasan area sandar kapal sehingga kapasitasnya bisa lebih besar ketimbang yang ada sekarang,” katanya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.