Festival Bregada Rakyat DIY 2026 Hadirkan Juara dari 15 Tahun Penyelenggaraan
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Suasana kegiatan Bedah Buku “Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba” dan Buka Bersama BPAD DIY, di Ruang Pertemuan Balai Desa Sumbersari Moyudan Sleman, Rabu (13/6/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Untuk memasyarakatkan budaya membaca, ketersediaan fasilitas perpustakaan wajib dilaksanakan
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk memasyarakatkan budaya membaca, ketersediaan fasilitas perpustakaan wajib dilaksanakan. Selain itu, kegiatan-kegiatan untuk memicu minat membaca seperti bedah buku juga perlu digelar.
Kabid Pengembangan Perpustakaan Badan Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (BKPD) DIY Bambang Budi Sulistyo mengatakan, kegiatan bedah buku dilaksanakan di 14 desa tahun ini.
Hal itu bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Tahun depan, jumlah kegiatan serupa akan ditingkatkan menjadi 48 kegiatan.
"Kalau masyarakat membudayakan membaca nanti akan menjadi masyarakat pembelajar," katanya saat membuka kegiatan Bedah Buku “Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba” dan Buka Bersama BPAD DIY, di Ruang Pertemuan Balai Desa Sumbersari Moyudan Sleman, Rabu (13/6/2017).
Menurutnya, belajar tidak harus selesai sesudah sekolah. Namun bisa dilakukan di mana saja seperti perpustakaan. Oleh karenanya, fasilitas belajar di desa-desa harus ada. "Seluruh desa di DIY sudah dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan. Kami juga sudah membantu buku untuk 430 desa di DIY," ujarnya.
Dia menambahkan, perpustakaan umum di tingkat provinsi saat ini sudah baik. Terdapat Balai Layanan Perpustakaan Gratama Pustaka dengan 300 koleksi buku fisik. Adapun jumlah e-book yang disediakan saat ini mencapai 2.237 judul. "Tahun ini kami akan menambah 2.407 judul buku e-book. Ini dilakukan untuk mendukung minat baca masyarakat," ujarnya.
Terkait bedah buku di desa-desa, Bambang mengatakan, judul buku yang akan dibedah tergantung kebutuhan masyarakat. Pemdes tinggal mengajukan tema yang akan diangkat, sementara BKPD DIY menyambungkan narasumber sesuai bidangnga.
"Misalnya bedah buku bidang pertanian kami hadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan sebagainya," jelas Bambang.
Sementara itu, Anggota DPRD DIY komisi D Muhammad Yazid yang menjadi pembedah dalam kegiatan itu mengatakan, peredaran narkoba harus diwaspadai oleh masyarakat. Selain merusak generasi bangsa, penyalahgunaan narkoba juga menimbulkan dampak negatif. "Tidak hanya bagi penggunanya, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Pemkab Bantul menyiapkan satu KK berisi empat jiwa untuk transmigrasi ke Polewali Mandar, Sulbar. Sebanyak 25 KK masih masuk daftar tunggu.
Sebanyak 12 KDMP Bantul ditargetkan siap beroperasi 1 November 2026. Pemkab juga mempercepat pembangunan 30 unit lainnya.
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.