Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
dokumen
Pembangunan fisik untuk Rumah Sakit tipe D di Saptosari selesai dibangun di tahun ini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul menargetkan pembangunan fisik untuk Rumah Sakit tipe D di Saptosari selesai dibangun di tahun ini. Untuk mencapai target itu, pemkab telah mengalokasikan anggaran Rp16 miliar.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, untuk pembangunan rumah sakit tipe D sudah memasukan berkas lelang ke Unit Layanan Pengadaan. Harapannya proses pemilihan rekanan dapat segera dirampungkan sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dijalankan sehingga dapat selesai di tahun ini.
“Kami masih menunggu prosesnya. Yang jelas, untuk berkas lelang sudah kami serahkan,” kata Eddy kepada wartawan, Minggu (9/7/2017).
Menurut Eddy, proses pembangunan rumah sakit di Saptosari merupakan komitmen dari pemkab untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Diungkapkannya, rencanana pembangunan sudah dimulai dua tahun lalu dengan melakukan pembebasan lahan untuk pendirian rumah sakit. “Untuk lokasi pembangunan ada di Desa Jetis,” ujarnya.
Ketua DPRD Gunungkidul Suharno berharap agar proses pembangunan rumah sakit tipe D di kawasan pesisir dapat segera diwujudkan. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemerataan terhadap fasilitas kesehatan kepada masyarakat.
“Keberadaan rumah sakit sangat dibutuhkan, apalagi di wilayah pesisir belum ada fasilitas kesehatan yang representatif karena pelayanan untuk sekarang masih didominasi oleh puskesmas,” katanya.
Suharno pun berharap kepada DPUPRKP untuk terus melakukan pengawasan. Hal ini bertujuan memastikan agar pengerjaan dapat selesai tepat waktu dan yang terpenting kualitas bangunan sesuai dengan standarisasi.
“Jangan sampai pembangunan dilakukan asal-asalan, terlebih lagi fasilitas itu dibuat untuk umum sehingga faktor keamanan harus benar-benar diperhatikan,” ujar Politikus PDI Perjuangan itu.
Upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak hanya dilaksanakan dengan membangun rumah sakit tipe D di Saptosari. Pasalnya di tahun ini, Dinas Kesehatan telah membuat kajian untuk meningkatkan status puskesmas di Patuk dan Ponjong. “Masih dalam proses,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty.
Menurut dia, salah satu kajian yang dilakukan adalah kepastian peningkatan status apakah dua puskesmas ini akan dinaikan menjadi rumah sakit tipe d atau fasilitas kesehatan tingkat pertama. Adapun kajian lainnya, pemkab juga harus menyediakan fasilitas pengganti andaikan program tersebut benar-benar dilakukan.
“Ada beberapa opsi. Opsi pertama beban pelayanan di puskesmas yang ditingkatkan statusnya diberikan ke puskesmas yang lainnya. Tapi jika itu tidak bisa dilakukan, maka pemkab juga harus menyediakan fasilitas puskesmas pengganti,” katanya.
Dewi menjelaskan, beberapa kajian inilah yang harus diperhatikan dengan benar sehingga perubahan status tersebut tidak menggangu pelayanan terhadap masyarakat.
“Selain itu kami juga harus memperhatikan kemampuan anggaran yang dimiliki serta beberapa fasilitas pendukung lainnya saat wacana peningkatan status benar-benar dilakukan,” tutur dia.
Untuk meningkatkan status puskesmas di Ponjong dan Patuk ini, pemkab telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan. Adapun dana yang disediakan sebesar Rp4,7 miliar, dengan rincian Rp2 miliar untuk pembebasan lahan di area Puskesmas 1 Ponjong dan Rp2,7 miliar digunakan dalam rangka perluasan Puskesmas Patuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.
Indonesia dan Singapura berencana membentuk satgas bersama untuk menindak korporasi yang diduga terlibat karhutla melalui pertukaran informasi dan bukti lintas