Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) di Gunungkidul masih jauh dari target
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pelaksanaan imunisasi Measles Rubela (MR) di Gunungkidul masih jauh dari target. Sejak digulirkan pada Selasa (1/8/2017) lalu, hingga saat ini baru menyasar kepada 30.605 anak.
Padahal untuk menyukseskan program ini, Dinas Kesehatan menargetkan 147.000 anak mendapatkan imunisasi tersebut.
Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Gunungkidul Niken Widyawati mengaku pelaksanaan imunisasi MR masih jauh dari target. Sebab, dari target 147.000 anak mendapatkan vaksin, capaiannya baru 30.605 anak.
Namun demikian, ia tidak memermasalahkan hal tersebut karena kondisi yang sama juga terjadi di daerah lain. “Capaian kita baru di angka 20% dari target. Jumlah ini tidak berbeda jauh dengan capaian di daerah lain di DIY,” kata Niken kepada Harianjogja.com, Selasa (8/8/2017).
Menurut dia, masih ada waktu untuk mencapai target tersebut. rencananya imunisasi di tingkat sekolah akan dilakukan hingga akhir Agustus. Diharapkan rentang waktu tersebut, seluruh anak-anak sekolah dapat terjangkau imunisasi MR. Sedang untuk anak yang belum memasuki usia sekolah akan dijangkau melalui pelayanan Posyandu di September mendatang.
“Kita sudah buat jadwalnya. Selain itu, untuk menyukseskan program ini kami juga bekerja sama dengan Disdikpora Gunungkidul,” ujarnya.
Niken mengungkapkan, keyakinan dapat mencapai target 147.000 anak mendapatkan vaksin MR tidak lepas dari capaian imunisasi di Gunungkidul yang mencapai 97% setiap tahunnya. Hal ini mengambarkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti imunisasi sangat tinggi dapat membantu dalam menyukseskan program Imunisasi MR.
“Seluruh petugas medis yang ada juga akan dikerahkan untuk meberikan pelayanan imunisasi ini. Jadi saya yakin di akhir September mendatang, target tersebut dapat dicapai,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, pemberian imunisasi campak dan rubella merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat. Rencananya imunisasi ini dilaksanakan di seluruh Indonesia secara serempak.
Namun demikian, lanjut dia, pemberian vaksin terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama, pelaksanaan imunisasi mencakup anak-anak di lingkup Pulau Jawa da dilaksanakan di tahun ini. Sedang untuk luar Pulau Jawa diberikan kepada anak-anak dengan rentang usia sembilan bulan hingga 15 tahun di tahun depan.
“Imunisasi ini sangat penting untuk mencegah penyakit cacar dan rubella sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
PAPUHY menetapkan Wasis Utomo sebagai ketua periode 2026–2029 untuk memperkuat kolaborasi pengusaha haji dan umrah serta meningkatkan layanan jemaah.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda P4GN dengan fokus pada rehabilitasi, pengawasan obat berbahaya, dan penguatan koordinasi antarinstansi.
Polda Jatim memeriksa abu, tulang, dan mesin pencacah dalam penyidikan kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta polisi mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal demo 28 Oktober 2026.