Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi kambing
Masyarakat Desa Purwodadi, Tepus mulai mewaspadai keberadaan anjing liar yang memangsa ternak warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masyarakat Desa Purwodadi, Tepus mulai mewaspadai keberadaan anjing liar yang memangsa ternak warga. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir ada lima ekor kambing yang mati karena digigit hewan liar tersebut.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=776273">PETERNAKAN GUNUNGKIDUL : Duh, Serangan Hewan Buas Terus Terjadi
Kepala Desa Purwodadi, Sucipto mengakui matinya lima kambing milik warga karena serangan anjing liar bukan hal yang baru karena hampir terjadi setiap tahun. Dia menyontohkan, di tahun lalu ada belasan kambing warga yang mati karena digigit kawanan anjing liar.
“Tahun lalu serangan terjadi Dusun Pulegundes I, Pulegundes II, Puleireng, serta Dusun Bengle II. Untuk tahun ini, serangan baru menyasar di Dusun Sureng yang lokasinya dari Pantai Siung hingga Ngondo,” kata Sucipto saat dihubungi wartawan, Rabu (9/8/2017).
Dia menjelaskan, masyarakat bisa mengenali jika kambing mati karena dimangsa anjing liar terlihat dari ciri-ciri serangan. Sama seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, pada kambing mati terdapat luka gigitan di bagian leher. “Kawanan itu tidak memakan sampai habis karena yang dimakan hanya sebagian saja, kemudian ditinggal pergi,” ujarnya.
Sucipto menduga serangan terjadi karena stok makanan di alam bebas telah habis sehingga kawanan anjing liar itu menyerang ternak. Terlebih lagi, lanjut Sucipto, keberadaan ternak-ternak tersebut diperlihara di sekitar ladang pertanian yang letaknya jauh dari pemukiman warga.
“Sudah saya instruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalau menemukan hewan ini, saya juga meminta untuk dibunuh saja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
PAPUHY menetapkan Wasis Utomo sebagai ketua periode 2026–2029 untuk memperkuat kolaborasi pengusaha haji dan umrah serta meningkatkan layanan jemaah.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda P4GN dengan fokus pada rehabilitasi, pengawasan obat berbahaya, dan penguatan koordinasi antarinstansi.
Polda Jatim memeriksa abu, tulang, dan mesin pencacah dalam penyidikan kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta polisi mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal demo 28 Oktober 2026.