Pemkab Gunungkidul Siapkan Sterilisasi Monyet Ekor Panjang, Pemberian Pakan Dihentikan
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Warga sedang melakukan perekaman data KTP elektronik di Kecamatan Umbulharjo Jogja, Jumat (2/9/2016). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul terus melakukan inovasi untuk melakukan perekaman KTP Elektronik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul terus melakukan inovasi untuk melakukan perekaman KTP Elektronik atau yang biasa disebut E-KTP. Setelah melakukan sistem jemput bola ke desa-desa, kali ini perekaman dilakukan ke sekolah-sekolah.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul Eko Subiyantoro mengatakan, perekeman E-KTP ke sekolah-sekolah merupakan program baru yang dimulai di tahun ini. Rencananya, perekaman itu dilakukan di 25 sekolah dan saat sekarang sudah menyasar di sepuluh sekoalh.
“Masih ada 15 sekolah yang belum disisir. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun kekurangan tersebut sudah bisa dilakukan perekaman,” katanya kepada wartawan, Minggu (20/8/2017).
Menurut dia, perekaman yang dilakukan ke sekolah merupakan salah satu inovasi untuk memaksimalkan perekaman KTP elektronik di Gunungkidul. Eko tidak menampik hingga saat ini belum seluruh masyarakat yang wajib memiliki KTP melakukan perekaman.
“Kami akan terus melakukan penyisiran. Setelah ke desa-desa, kami mulai melakukan penyisiran ke sekolah,” katanya.
Eko mengungkapkan, perekaman yang dilakukan sekolah tidak hanya untuk menyisir pelajar yang sudah wajib memiliki kartu identitas. Namun, upaya tersebut juga untuk melakukan pendataan terhadap pelajar yang belum memiliki akta kelahiran. Diharapkan dengan program ini, maka saat keluar nanti pelajar sudah memiliki KTP, akta kelahiran dan ijazah.
“Untuk kesuksesan program ini, kami sudah berkoordinasi dengan Balai Pendidikan Menegah Gunungkidul. Jadi dengan program ini, maka ada beberapa target yang tercapai dalam masalah ketertiban administrasi kependudukan,” tutur Eko.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul Sukito mengaku siap menyukseskan program perekaman E-KTP ke sekolah-sekolah. Diharapkan dengan program ini, maka pelajar yang wajib memiliki KTP dapat memeroleh kartu identitas ini dengan mudah.
“Akan kami dukung sehingga perekaman E-KTP dapat dilaksankan dengan lancar,” katanya.
Untuk menyukseskan program ini, sekolah-sekolah sudah diminta melakukan pedataan terhadap siswa yang wajib memiliki KTP. Harapannya dengan pendataan tersebut dapat mempercepat dalam proses perekama yang dilaksankaa oleh Disdukcapil Gunungkidul.
“Semua harus dibantu karena ini merupakan program dari Pemerintah Pusat untuk menyukseskan program KTP elektronik,” ujar mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Gunungkidul ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Film Merah Sebelum Fajar karya Garin Nugroho tayang perdana di TIFF 2026 dan bersaing di Main Competition sebelum rilis di Indonesia pada Januari 2027.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY memberikan apresiasi kepada 140 rancangan usaha siswa SMA dan SMK melalui Pameran
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.
Delhi membatasi kendaraan di bawah standar emisi BS6 hingga Januari 2027. Kebijakan India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk menekan polusi.
iPhone 18e dirumorkan membawa chip A20 2nm dan kamera depan 24MP, tetapi tetap memakai layar OLED 60Hz. Peluncurannya diprediksi pada 2027.