Pupuk Indonesia Bangun Sumur Bor untuk 93 Petani di Mertelu
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Belasan warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mengikuti pelatihan office tool di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulonprogo, Jumat (4/3/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul sedang melakukan kajian untuk merevitalisasi keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul sedang melakukan kajian untuk merevitalisasi keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK). Kajian ini sebagai tindaklanjut belum optimalnya fungsi BLK dalam penyiapkan calon tenaga kerja.
Kepala Disnakertrans Gunungkidul Tommy Harahap tidak menampik keberadaan BLK belum optimal. Hal ini terlihat dari program pelatihan yang diberikan masih sebatas ketrampilan dasar. Oleh karenanya, dinas melakukan kajian agar pelatihan bisa berkelanjutan sehingga kompetensi dari calon tenaga kerja dapat lebih handal.
Namun demikian, lanjut dia, untuk revitalisasi dibutuhkan kajian yang mendalam. Beberapa hal yang diperhatikan dalam upaya tersebut di antaranya berkaitan dengan masalah regulasi, ketersediaan sarana prasarana pendukung hingga alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Masih terus kita kaji secara komprhensif sehingga hasilnya dapat maksimal,” kata Tommy kepada Harianjogja.com, Rabu (30/8/2017).
Menurut dia, di langkah awal, dinas melakukan perubahan Peraturan Bupati tentang BLK. Keberadaan aturan saat ini dirasa butuh penyempurnaan sehingga hasilnya lebih maksimal.
“Kami targetkan di tahun ini. Selanjutnya di tahun depan, akan dilakukan kajian mengenai sarana prasarana pendukung, keberlangsungan pelatihan hingga kebutuhan anggaran dalam revitalisasi,” ujar mantan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ini.
Menurut dia, revitalisasi BLK merupakan hal yang wajib dilakukan sehingga optimalisasi keberadaan UPT dapat diwujudkan. “Memang saat ini belum maksimal dan calon tenaga kerja masih butuh pelatihan yang mendalam untuk bisa mengaplikasikan di dunia kerja.,” imbuhnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Gunungkidul Eko Rustanto. Menurut dia, UPT BLK harus butuh perbaikan karena fasilitas dan kompetensi dalam pelatihan tersebut masih butuh ditingkatkan. “BLK sebagai salah satu cara menciptakan calon tenaga kerja yang unggul. Jadi keberadaanya harus benar-benar diperhatikan,” kata Eko.
Dia mengungkapkan, untuk saat ini ketrampilan yang ada di BLK masih sebatas kemampuan dasar sehingga ketrampilan yang dimiliki peserta kursus masih sangat terbatas.
“Untuk jenisnya sudah bervariasi mulai dari ketrampilan menjahit, komputer, las hingga perbengkelan. Namun ini harus lebih diperdalam lagi sehingga lulusan yang dihasilkan dapat lebih berkualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
KPK menggeledah kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang.
Mahasiswa, pengemudi ojol, dan suporter berunjuk rasa di Jogja, menyoroti kebijakan pemerintah, kebebasan sipil, upah, dan kasus Mandala Krida.
NIK tidak bisa langsung digunakan untuk mengecek riwayat judi online melalui SLIK OJK. Simak perbedaan catatan kredit dan penelusuran transaksi.
Xiaomi meluncurkan Redmi Book 2027 di China dalam ukuran 14 dan 16 inci. Laptop ini membawa prosesor Intel Wildcat Lake, layar 120 Hz, dan baterai 72 Wh.
Pedro Acosta akan bergabung dengan Ducati pada MotoGP 2027 dan 2028. Ia ingin belajar dari Marc Marquez sembari beradaptasi dengan tim barunya.