Pupuk Indonesia Bangun Sumur Bor untuk 93 Petani di Mertelu
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Finalis Dimas Diajeng Sleman berfoto bersama saat mengunjungi Harian Jogja, Rabu (13/4/2016). (Nina Atmasari/JIBI/Harian Jogja)
Sebanyak 30 peserta terpilih menjadi finalis Dimas Diajeng Gunungkidul 2017.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sebanyak 30 peserta terpilih menjadi finalis Dimas Diajeng Gunungkidul 2017. Recanananya malam grandfinal penganugerahan akan dilakukan pada Sabtu (16/9/2017) di Gedung Serbaguna Siyono, Desa Logandeng, Playen.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi, Dinas Pariwisata Purnomo Sumardamto mengatakan proses pemilihan dimas diajeng sudah dimulai sejak 1 Mei hingga 30 Juni dan berhasil mendapatkan 100 peserta.
Namun setelah dilakukan seleksi mulai dari administrasi, wawancara hingga tes kemampuan pengetahuan umum jumlah peserta terus berkurang dan tinggal menyisakan 30 pendaftar. “Rinciannya terdiri dari 15 dimas dan 15 diajeng,” kata Damto kepada wartawan, Selasa (5/9/2017).
Dia menjelaskan, 30 peserta dikelompokan menjadi 15 pasangan. Kontes dwi tahunan ini juga berbeda dengan penyelenggaraan di daerah-daerah lain di DIY. Sebab pelaksanaan di Gunungkidul mengharuskan seluruh peserta merupakan warga asli dari Gunungkidul. “Jadi seluruh peserta yang masuk merupakan putra putri asli daerah dan tidak ada yang berasal dari luar,” ujarnya.
Rencananya babak grandfinal pemilihan Dimas Diajeng akan digelar pada Sabtu (16/9/2017) mendatang. Namun sebelum dilakukan malam pemilihan, pada Jumat (15/9/2017), seluruh peserta yang lolos akan menjalani karantina.
“Selama masa karantina juga akan dilaksanakan seleksi guna memilih lima pasangan yang berhak maju ke babak grandfinal untuk menjadi dimas diajeng Gunungkidul 2017,” ujarnya.
Menurut Damto, seleksi dimas diajeng tidak hanya menyangkut masalah kompetisi menjadi duta pariwisata Gunungkidul. Pasalnya, selama kegiatan berlangsung 30 finalis mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pembinaan pembekalan hingga promosi penganan tradisional Gunungkidul yang bertajuk secamut sehati.
“Masih ada beberapa acara yang akan dilaksanakan, salah satunya mengisi kegiatan Car Free Day di Titik Nol. Rencananya acara ini juga akan menghadirkan Putri Indonesia 2017,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Saryanto mengatakan, pemenang kontes Dimas Diajeng nantinya berhak mewakili Gunungkidul untuk berlomba dalam ajang yang sama di tingkat provinsi. Selain itu, dimas diajeng terpilih juga akan menjadi duta pariwisata milik pemkab.
“Harapannya mereka juga dapat membantu dalam proses promosi wisata yang dimiliki Gunungkidul. Jadi ajang ini tidak hanya sebatas agenda rutin yang digelar setiap dua tahun sekali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Mahasiswa, pengemudi ojol, dan suporter berunjuk rasa di Jogja, menyoroti kebijakan pemerintah, kebebasan sipil, upah, dan kasus Mandala Krida.
NIK tidak bisa langsung digunakan untuk mengecek riwayat judi online melalui SLIK OJK. Simak perbedaan catatan kredit dan penelusuran transaksi.
Xiaomi meluncurkan Redmi Book 2027 di China dalam ukuran 14 dan 16 inci. Laptop ini membawa prosesor Intel Wildcat Lake, layar 120 Hz, dan baterai 72 Wh.
Pedro Acosta akan bergabung dengan Ducati pada MotoGP 2027 dan 2028. Ia ingin belajar dari Marc Marquez sembari beradaptasi dengan tim barunya.
Timnas Indonesia U-15 menyingkirkan Moldova lewat adu penalti 9-8 setelah bermain imbang 3-3 dan melaju ke 16 besar Tier C.