Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Wahana flyboard dalam sepekan terakhir menghiasi kawasan wisata Pantai Baron
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Wahana flyboard dalam sepekan terakhir menghiasi kawasan wisata Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari. Meski belum beroperasi secara resmi, namun keberadaan wahana ini pun menuai pro-kontra sehingga dapat memicu terjadinya konflik baru.
Oleh karenanya, Dinas Pariwisata diminta melakukan kajian yang mendalam sehingga potensi tersebut dapat ditekan.
Kekhawatiran akan adanya masalah saat flyboard dioperasikan, salah satunya disuarakan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono. Menurut dia, potensi konflik yang muncul tidak lepas dari lokasi yang digunakan wahana bermain yang memakai alur sungai bawah tanah Baron untuk beratraksi.
Padahal, sambung Marjono, sebelum flyboard melakukan ujicoba, di sekitar lokasi pantai sudah banyak kapal nelayan yang ingin bersandar atau berkeliling mengantarkan pengunjung menyusuri kawasan pantai. Tak hanya itu, alur sungai juga sering digunakan pengunjung untuk aktivitas bermain air.
Ditakutkan tumpang tindih ini dapat memicu terjadinya masalah, mulai dari keselamatan pengunjung hingga insiden kecelakaan laut. Terlebih lagi dari sisi lokasi, area di alur sungai memiliki luasan yang terbatas. Sementara untuk bermain flyboard butuh area yang luas dan steril agar terhindar dari potensi kecelakaan.
“Ya kalau tidak dilakukan antisipasi sejak awal, saya yakin akan ada masalah yang timbul. Saya tegaskan, kekhawatiran ini bukan berarti menolak keberadaan flyboard. Sebab kami sangat mendukung, tapi adanya potensi konflik harus benar diperhatikan,” kata Marjono, Selasa (3/10/2017).
Menurut dia, sebelum flyboard dioperasikan, Dinas Pariwisata harus benar-benar melakukan kajian agar potensi konflik tidak pecah. “Ya kalau terjadi masalah, yang rugi tidak hanya masyarakat, tapi juga pemerintah. Jadi kami minta agar keberadaan wahana bisa disesuaikan sehingga semua dapat berjalan tanpa adanya masalah yang mengiringi,” tutur Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.