Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan mengembangkan pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi informasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan Gunungkidul akan mengembangkan pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi informasi. Model pelayanan ini, pasien dan dokter tidak harus melakukan tatap muka secara langsung.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, pengembangan layanan kesehatan jarak jauh atau yang dikenal dengan telemedicine merupakan hasil kerjasama antara UGM dengan Umea University, Swedia.
Beberapa waktu lalu, sambung dia, untuk penerapan, tim dari kabupaten telah melakukan kunjungan ke Swedia guna belajar sistem pengobatan berbasis teknologi dan informasi ini.
“Dalam kunjungan itu, kami juga mendapatkan bantuan seperangkat peralatan medis digital untuk tes dalam layanan,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis (5/10/2017).
Dia menjelaskan, pengobatan telemedicine memiliki beberapa keungggulan. Meski konsultasi dilakukan jarak jauh, namun pengecekan kondisi fisik pasien tetap dapat dilakukan mulai dari denyut nadi hingga tekanan darah dapat terpantau secara waktu nyata.
“Istilah gampangnya, dokter yang berpraktek di Wonosari bisa melakukan pengecekan kesehatan pasien yang ada di wilayah Rongkop. Ini bukan mistis, tapi dalam pengembangannya memanfaatkan keberadaan teknologi dan informasi,” kata Dewi.
Untuk teknis pelayanan, tenaga medis akan menggunakan sebuah alat, berupa kamera video yang dapat melakukan panggilan gambar berserta suara melalui sambungan internet.
Sementara itu juga terdapat alat deteksi jantung, timbangan, stetoskop, tensimeter, semuanya dilengkapi teknologi bluetooth, datanya langsung terkirim dan dimonitor oleh dokter melalui komputer tablet yang telah disediakan.
Penerapan Telemedicine pun cukup mudah, pasien cukup datang ke fasilitas kesehatan terdekat, kemudian salah seorang perawat akan menyambungkan dokter dengan pasien.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik melalui video call conference sehingga dapat dilakukan diagnosa terhadap kondisi kesehatan pasien.
“Model layanan kesehatan ini yang coba kita kembangkan. Mudah-mudahan dengan program ini maka layanan kesehatan ke masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujar mantan Sekretaris Dinas Kesehatan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.